Serangan Belanda di Rengat, Korban 2 Ribu Rakyat Sipil

Selasa, 05 Januari 2021 08:13
Serangan Belanda di Rengat, Korban 2 Ribu Rakyat Sipil

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Tidak banyak catatan yang menyebutkan jumlah korban dalam pembantaian ‘Rengat Berdarah’ oleh pasukan Belanda.

Saksi mata dan sumber Indonesia menyebutkan korban pembantaian Belanda di Rengat berjumlah 2000-an warga sipil. Termasuk wanita dan anak-anak.

Advertisement

Belanda sendiri menyebutkan pembantaian Rengat Berdarah adalah pembunuhan sesama orang Indonesia. Hal ini dikarenakan banyak anggota pasukan elit Belanda, Korps Speciale Troepen (KST) merupakan beretnis Ambon.

Namun, salah satu korban sipil yang tercatat adalah Tulus. Dia merupakan Bupati Indragiri saat itu. Tulus tak lain merupakan ayah kandung penyair terkenal Indonesia, Chairil Anwar.

Baca: Ikuti Cara Berikut Ini Agar Positif Thinking Kamu Makin Terasah

Peristiwa 5 Januari 1949

Pagi itu, 5 Januari 1949, suasana Kota Rengat, Indragiri Hulu sangat tenang. Penduduk seperti biasa mulai beraktivitas berdagang ataupun berbelanja di pasar.

Namun, tiba-tiba dari arah tenggara kota muncul pesawat tempur jenis P-51 Mustang berbendera Belanda. Pesawat ini tanpa ampun menembaki semua yang ada di darat, rumah-rumah penduduk ataupun pasar.

Tak selesai disitu, pesawat tempur sejak Perang Dunia II ini juga menjatuhkan bom di semua tempat, baik jalanan ataupun rumah penduduk. Seisi kota ditembaki tanpa luput satupun.

Hujanan peluru dan bom ini berlangsung hingga jelang tengah hari. Korban-korban sudah bergelimpangan di seluruh penjuru kota.

Ketika rakyat Rengat mengira serangan sudah usai, muncul 7 pesawat pengangku pasukan jenis Dakota. Pesawat ini menerjunkan ratusan pasukan elit Belanda, Korps Speciale Troepen (KST).

Tak tanggung-tanggung, pemimpin pasukan elit ini adalah Letnan Rudy de Mey. Dia adalah orang kepercayaan Westerling, sang pembantai puluhan ribu penduduk di Sulawesi Selatan.

Tanpa ampun, pasukan KST menembaki semua penduduk yang ditemuinya. Bahkan, penduduk yang sembunyi-sembunyi di parit juga ditembaki.

Sejarawan Riau, Suwardi MS kepada bertuahpos.com menuturkan bahwa kekejaman pasukan KST ini tak sampai disitu. Rakyat Rengat disuruh berbaris di tepi Sungai Indragiri (Kuantan untuk penamaan di Kabupaten Kuantan Singingi), kemudian ditembaki hingga mayatnya jatuh ke sungai.

“Sungai Indragiri berubah menjadi merah. Bahkan, sampai beberapa waktu, tak ada yang mau makan ikan sungai karena banyaknya mayat di sungai ini,” ujar Suwardi.

“Inilah yang kemudian kita kenal dengan peristiwa Rengat Berdarah,” pungkas dia.

Dalam waktu singkat, terhitung sejak operasi dengan sandi Operasi Lumpur (Mud Operation) ini dimulai pada pukul 06.00 WIB, Belanda berhasil menguasai seluruh kota pada pukul 16.00 WIB. (bpc4)

Berita Terkini

Senin, 18 Januari 2021 16:33

Riau Gandeng SKA Promosikan UMKM

#UMKM #PromosiUMKM #Riau #Bisnis

Senin, 18 Januari 2021 15:36

Ekspor CPO Riau dan Turunannya Dongkrak Pendapatan Bea Keluar Negara

#CPO #BeaCukai #BeaKeluar

Senin, 18 Januari 2021 15:01

Hujan Sambut Kunker Jokowi ke Kalsel

#JOKOWI

Senin, 18 Januari 2021 14:39

Telkomsel Gelar Program IndonesiaNEXT 2020/21 Di Sumatera

#TELKOMSEL

Senin, 18 Januari 2021 14:34

Sektor Perikanan Diyakini Akan Angkat Ekonomi Nasional

#perikanan #kelautan #regional

Senin, 18 Januari 2021 13:54

Posko Peduli Bencana ACT Riau Siap Salurkan Donasi Dermawan

#ACTRiau #sosial #bencana #komunitas

Senin, 18 Januari 2021 13:45

Dipenjara 2,5 Tahun, Jay Y Lee Tak Lagi Berkuasa di Samsung Electronics

#Samsung #internasional #JayYLee

Senin, 18 Januari 2021 13:26

Capaian Tahunan DJKN RSK 2020 Lampaui Target

#realisasi #djkn #riau

Senin, 18 Januari 2021 13:01

PSSI: Kami Berkomitmen dan Serius Terhadap Timnas Wanita

#TIMNAS #WANITA