• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 9, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Catatan Sejarah 3 Agustus: Takluknya Benteng Bonjol

Romi J. by Romi J.
3 Agustus 2020
Benteng Bonjol

Ilustrasi penaklukan Benteng Bonjol. (Foto: net)

161
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Benteng Bonjol menjadi kubu terakhir pertahanan Kaum Padri dalam perang Melawan Belanda.

Benteng Bonjol terletak diatas sebuah bukit yang hampir tegak lurus. Benteng berbentuk segi panjang, dan memiliki dua lapis dinding pertahanan dengan tinggi tiga meter.

Antara dinding, ada parit dengan kedalaman empat meter. Dinding terluar terbuat dari batu kokoh. Benteng ini sangat kokoh, dan membuat Belanda sangat kesulitan.

Belanda mengepung Benteng Bonjol hampir tiga tahun lamanya (1835-1837).

Setelah sekian lama pengepungan yang tak berhasil, pada awal tahun 1837, Belanda mengirim Mayor Jenderal Cochius. Dia adalah ahli peperangan Benteng Stelsel yang berhasil memenangkan Perang Diponegoro.

Sejak 16 Maret hingga Agutus 1837, Belanda menyerang dari semua sisi, yang setiap sisinnya dipimpin oleh beberapa perwira.

Belanda mengerahkan 4,130 tentara pribumi yang terdiri dari berbagai suku seperti Madura, Jawa, Bugis, dan Ambon. Kemudian, ada 36 perwira pribumi, seperti Kapitein Noto Prawiro, Indlandsche Luitenant Prawiro di Logo, dan Karto Wongso Wiro Redjo.

Belanda juga mengerahkan 1,103 tentara Eropa, dengan 148 perwira. Pasukan gabungan ini Dipimpin Mayor Jenderal Cochius.

Tak cukup di situ, Belanda juga mendatangkan pasukan yang direkrut dari orang Afrika, yang terdiri dari 112 pasukan. Pasukan ini dipimpin oleh Kapitein Sinninghe.

Serangan beruntun, hujan peluru, dan artileri berat Belanda kemudian diarahkan ke Benteng Bonjol hingga enam bulan lamanya.

Serangan Belanda mulai menampakkan hasil. Sedikit demi sedikit, benteng mulai dikuasai.

Pada 3 Agustus 1837, Benteng Bonjol mulai dapat dikuasai pasukan terdepan Belanda, dibawah pimpinan Letnan Kolonel Michiels. Hingga pada akhirnya, benteng ini takluk total pada tanggal 16 Agustus 1837.

Tuanku Imam Bonjol dapat mengundurkan diri dari Benteng Bonjol dengan diikuti pengikutnya, dan terus berjuang dengan cara gerilya. (bpc4)

Tags: BentengBonjol
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita

Catatan Sejarah 3 Agustus: Takluknya Benteng Bonjol

...

Read moreDetails
Perang saudara

Perang Saudara di Benteng Bonjol

Next Post
Riau Berpotensi Hujan

Waspada Hujan Malam dan Dini Hari, BMKG Sebut Disertai Petir dan Angin Kencang

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.