• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Catatan Sejarah 16 Maret: Meninggalnya AR Baswedan, Si Arab Nasionalis

Romi J. by Romi J.
16 Maret 2021
129
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Tahun 1934, Abdurrahman Baswedan sudah menyerukan agar semua peranakan Arab di Indonesia bersatu demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Menurut A.R. Baswedan, Indonesia adalah tanah kelahiran para peranakan Arab seperti dirinya. Oleh karena itu, harus juga memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Dikutip dari wikipedia, pada masa pergerakan nasional, A.R. Baswedan bergabung dan menjadi ketua Persatuan Arab Indonesia (PAI). Dengan PAI, dia gencar memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

A.R. Baswedan kemudian bergabungan dengan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Setelah Indonesia merdeka, A.R. Baswedan yang menjabat sebagai Menteri Muda Penerangan bersama sejumlah menteri lain seperti Haji Agus Salim, Muhammad Natsir, Rasyidi, dan St. Pemuncak melakukan diplomasi ke negara-negara Arab.

Tugas mereka tidak mudah, yakni harus melobi para pemimpin Arab agar mengakui kemerdekaan Indonesia. Lobi ini berhasil membuat Mesir mengakui Republik Indonesia secara de jure dan de facto. Dokumen pengakuan ini kemudian dibawa ke Indonesia, meski harus adu lihai dengan Belanda yang berusaha menghalangi.

A.R. Baswedan masih meneruskan karir politiknya setelah pengakuan kedaulatan oleh Belanda. Kakek Anies Baswedan dan Novel Baswedan ini bergabung dengan partai Masyumi.

16 Maret 1986, A.R. Baswedan meninggal dunia setelah menyelesaikan buku autobiografinya. Dia kemudian dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta.

Atas jasanya dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan, pada 8 November 2018, A.R. Baswedan diangkat menjadi Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo. (bpc4)

Tags: A.r baswedanArabnasionalis
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita

Ustadz Hilmi Firdausi: Jangan Kaget Keturunan Arab Benci Kebenaran

...

Read moreDetails

Waduh, Tulisan Arab Melayu di Riau Dipermasalahkan Netizen, Sebut Cabang Negara Arab

Catatan Sejarah 22 Maret: Berdirinya Liga Arab

Perang Irak-Iran

Catatan Sejarah 22 September: Perang Irak-Iran Dimulai

Mahmoud Abbas

Mahmoud Abbas: Kedamaian di Timur Tengah akan Tercipta Jika Israel Pergi dari Palestina

Bahrain normalisasi hubungan dengan Israel

Setelah UEA, Kini Bahrain Normalisasi Hubungan dengan Israel

Next Post

Jokowi Tegaskan Tak Minat Jadi Presiden 3 Periode

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.