• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

KPK: Korupsi Cukai di Bea Cukai Bikin Rokok Ilegal Makin Marak, Negara Rugi Triliunan

KPK menyebut korupsi pengaturan cukai di Bea Cukai jadi pemicu rokok ilegal marak, potensi kerugian negara capai Rp15 triliun per tahun.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
28 Februari 2026
KPK: Korupsi Cukai di Bea Cukai Bikin Rokok Ilegal Makin Marak, Negara Rugi Triliunan

Korupsi Cukai di Bea Cukai Bikin Rokok Ilegal Makin Marak, Negara Rugi Triliunan | Foto: Ilustrasi.

179
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap praktik korupsi pengaturan cukai di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan ikut mendorong maraknya peredaran rokok ilegal di Indonesia.

Menurut Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu, fakta itu muncul dalam penyidikan kasus dugaan korupsi pengaturan impor dan cukai yang kini sedang ditangani KPK.

Praktik “main mata” dalam pengaturan pita cukai diduga bikin rokok ilegal makin leluasa beredar di pasaran. Artinya KPK membenarkan ada kaitan antara kasus ini dengan maraknya rokok ilegal.

“Apakah terkait juga dengan rokok ilegal yang saat ini marak? Salah satunya. Benar,” kata Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat 27 Februari 2026.

Menurut Asep, ada beberapa modus yang dipakai. Mulai dari penggunaan pita cukai palsu hingga akal-akalan memilih tarif cukai yang lebih murah.

Ia menjelaskan, rokok produksi mesin dan rokok linting tangan memiliki tarif cukai berbeda. Namun, dalam praktiknya, ada pihak yang membeli pita cukai dengan tarif lebih rendah untuk produk yang seharusnya dikenai tarif lebih tinggi.

Alhasil, negara kehilangan potensi penerimaan yang seharusnya masuk dari sektor cukai rokok. “Yang dibeli cukai lebih rendah, padahal produknya seharusnya kena tarif lebih tinggi. Di situ negara dirugikan,” ujarnya.

Kerugian negara akibat rokok ilegal tidak kecil. Menurut Data Institute for Development of Economics and Finance (Indef), potensi kerugian negara bisa mencapai Rp15 triliun setiap tahun.

Dalam pengembangan kasus, KPK telah menetapkan Budiman Bayu Prasojo sebagai tersangka. Dia menjabat Kepala Seksi Intelijen Cukai bidang Penindakan dan Penyidikan (Kasi Intel P2) DJBC.

Budiman diduga menerima gratifikasi bukan hanya dalam pengurusan impor barang, tetapi juga terkait pengaturan cukai. KPK memastikan penyidikan masih terus berjalan dan tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang ikut terseret dalam kasus ini.***

Tags: CukaiHukumKorupsiRokok ilegal
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?
Hukum Kriminal

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

...

Read moreDetails
Kapolres Bengkalis Beberkan Modus Kurir Sabu 29 Kg: Jaringan Internasional Terendus Lewat Laporan Warga

Polisi Ungkap Jaringan Internasional di Balik Aksi Kejar-kejaran Kurir Sabu di Bengkalis

Izin Pertambangan Rakyat Kuansing Dipercepat, Masyarakat Butuh Solusi Legal Penambang Emas Lokal

Izin Pertambangan Rakyat Kuansing Dipercepat, Masyarakat Butuh Solusi Legal Penambang Emas Lokal

Polisi Sebut Penggeledahan Toko Emas di Kampar Berkaitan dengan PETI

Polisi Sebut Penggeledahan Toko Emas di Kampar Berkaitan dengan PETI

Perkara Dugaan Korupsi Abdul Wahid P21, Ketiga Tersangka Segera Disidangkan

Memori Banding Abdul Wahid Belum Diserahkan ke Pengadilan

Kota Newport Terima $20.000 untuk Lawan Fasilitas Imigrasi

Kota Newport Terima $20.000 untuk Lawan Fasilitas Imigrasi

Next Post
BI Riau Perkuat Literasi Keuangan Digital Lewat TANJAK 2026, 2.000 Siswa Ikuti Try Out SNBT di Pekanbaru

BI Riau Perkuat Literasi Keuangan Digital Lewat TANJAK 2026, 2.000 Siswa Ikuti Try Out SNBT di Pekanbaru

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.