Wow…, Bank Riau Kepri Didenda RP 240 Juta

Selasa, 08 Oktober 2013 05:09
Wow…, Bank Riau Kepri Didenda RP 240 Juta

BERTUAHPOSCOM., PEKANBARU – Memburuknya kinerja Bank Riau Kepri kian terlihat. Selain menurunnya kinerja perbankan, bank milik pemerintah daerah ini juga dikenakan denda oleh Bank Indonesia. Denda yang diberikan terkait kinerja yang buruk dan ketidak patuhan terhadap ketentuan yang diberikan.

Bank Riau Kepri dikenakan denda sebesar Rp 240.000.000 oleh Bank Indonesia Pekanbaru disebabkan karena ketidakpatuhan dan kelalaian manajemen Bank Riau Kepri tersebut. Selain itu juga disebabkan tidak mampu menyelesaikan BPP Alih daya.

Advertisement

“Terkait menurunnya kinerja, selain juga disebabkan tidak mampu menyelesaikan BPP Alih Daya (denda Rp 200 juta) dan keterlambatan dalam memberikan laporan atau tidak memberikan laporan (denda Rp 20 juta). Ini belum lagi hal-hal lain,” ujar sumber BertuahPos yang enggan disebutkan namanya, Selasa (8/10).

Denda tersebut juga diduga akibat tidak berjalannya fungsi kepatuhan, baik periode sebelumnya maupun saat ini. Sementara itu hingga berita ini diliris, pihak Bank Riau Kepri belum bersedia memberikan konfirmasi. BertuahPos juga sudah melayangkan surat konfirmasi berdasarkan permintaan pihak Bank Riau Kepri, namun belum memberikan konfirmasi apapun.

Baca: Ini Dampak Penurunan KUR Jadi 7 Persen Terhadap UMKM Riau

Sebagaimana dilansir BertuahPos sebelumnya, kinerja perbankan Bank Riau Kepri terus mengalami penurunan. Seperti adanya kenaikan kredit macet dari 2,22 persen pada April 2012 menjadi 2,66 persen pada April 2013, kredit yang berada dalam posisi diragukan juga mengalami kenaikan, yakni dari 0,19 persen (17 miliar lebih) menjadi 0,21 persen atau naik menjadi 21 miliar lebih pada April 2013.

Sedangkan secara keseluruhan kredit bermasalah atau Non Performning Loan (NPL), pada April 2012 di angka 2,73 persen menjadi 3,12 persen di akhir kuartal pertama (April 2013), dimana untuk kredit macet saja melambung menjadi 280,218 miliar. Dan hingga kuartal II diperkirakan juga mengalami penurunan yang sama.

Akhir bulan lalu bertuahpos mencoba mengkonfirmasi langsung ke Direktur Kepatuhan Eka Afriadi. Namun Direksi yang baru menjabat beberapa bulan ini tidak membenarkan dan juga tidak membantah. “Itu urusan internal. Jangan wawancara via telephon, kalau mau secara tertulis, biar jelas,” tukas Eka. Sayangnya, meski sudah dilakukan konfirmasi via tertulis, bertuahpos juga belum menerima balasan konfirmasi. (*)

Berita Terkini

Rabu, 02 Desember 2020 15:30

Biaya Investasi di Indonesia Mahal

#investasi #biayainvestasi

Rabu, 02 Desember 2020 15:15

Kisah Nek Mitun yang Harus Tetap Bekerja di Usia Senja

#act #kemanusiaan #ekonomi

Rabu, 02 Desember 2020 14:30

Fojuri Gelar Diskusi Virtual ‘Tantangan Industri Asuransi di Masa Pandemi’

#asuransi #indrustrikeuangan #ojk

Rabu, 02 Desember 2020 14:30

Jubir Covid-19 Riau: Kami Sadar Ada Kejenuhan Masyarakat

#corona #covid-19

Rabu, 02 Desember 2020 14:19

Tekanan Ekonomi, Masyarakat akan Memilih Karena Uang?

#PILKADA

Rabu, 02 Desember 2020 13:45

4.000 Lebih Orang di Pekanbaru Positif HIV/AIDS

#haiv/aids #riau #pekanbaru

Rabu, 02 Desember 2020 13:32

Pilkada Riau 2020, BPBD Petakan TPS Rawan Banjir

#pilkada #tps #pilkadariau #pilkada2020

Rabu, 02 Desember 2020 12:30

Riau Batasi Kegiatan dan Pasca Syamsuar Positif Corona

#covid #corona #pemprov #riau