BERTUAHPOS — Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi digital menggunakan QRIS di Provinsi Riau tumbuh hingga 106,92% per Oktober 2025 (yoy), dengan total mencapai 76,22 juta transaksi.
Dari jumlah tersebut, tercatat sekitar 1,2 juta orang dengan dukungan lebih dari 888 ribu merchant yang telah menerima pembayaran digital itu.
“Kinerja transaksi digital di Riau menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat sepanjang 2025,” kata Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Sudiro Pambudi, di Pekanbaru belum lama ini.
Dia menegaskan, Bank Indonesia akan terus mendorong inovasi sistem pembayaran guna membangun ekosistem ekonomi digital yang terintegrasi dan inklusif di daerah, termasuk di Provinsi Riau.
Capaian ini mencerminkan meningkatnya akseptasi masyarakat dan pelaku usaha terhadap sistem pembayaran digital yang praktis dan efisien.
Selain itu, Kata Sudiro, BI bersama pemerintah daerah juga terus memperkuat sinergi dalam pengembangan Ekonomi Keuangan Digital (EKD) di Provinsi Riau.
Melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Bank Indonesia secara konsisten mendorong elektronifikasi transaksi pemerintah untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.
Di sisi lain, BI juga melakukan inovasi sistem pembayaran agar tercipta layanan yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal atau dikenal dengan prinsip CEMUMUAH.
“Sistem pembayaran yang memenuhi prinsip CEMUMUAH kini telah menjadi kebutuhan utama dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha di daerah,” ujarnya.
Untuk mempercepat digitalisasi, Bank Indonesia menginisiasi berbagai program melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku industri, dan komunitas, sekaligus memperkuat perlindungan konsumen agar transaksi digital berlangsung aman dan terhindar dari risiko.***









