BERTUAHPOS — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan Selasa, 28 Oktober 2025, setelah sehari sebelumnya anjlok 1,87% ke level 8.117. Meski melemah tajam, investor asing tercatat masih melakukan aksi beli bersih (net buy) senilai sekitar Rp341 miliar.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan tekanan yang terjadi kemarin lebih disebabkan oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi pengurangan bobot saham dalam indeks MSCI.
“IHSG berpotensi rebound hari ini setelah terkoreksi akibat kekhawatiran pengurangan bobot di MSCI,” ujar Fanny dalam riset harian, Selasa, 28 Oktober 2025.
BNI Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak dengan support di kisaran 7.950–8.000 dan resistance di 8.150–8.200. Fanny merekomendasikan saham-saham dengan potensi penguatan jangka pendek, di antaranya PGEO, CMRY, NCKL, JPFA, EMTK, dan MIKA.
Sementara itu, Senior Market Chartist PT Mirae Asset Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta, menilai secara teknikal IHSG masih berada dalam tren naik (uptrend). “Apalagi terjadi buy on dip dari MA60 didukung kenaikan volume,” kata Nafan.
Ia menambahkan, optimisme pasar juga ditopang oleh harapan tercapainya kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, serta kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada pertemuan 29–30 Oktober mendatang.
“Dari dalam negeri, dinamika rebalancing indeks BEI dan meredanya kekhawatiran perubahan metodologi penghitungan free float oleh MSCI turut memberi sentimen positif dalam jangka pendek,” ujar Nafan.
***








