BERTUAHPOS — OpenAI mengungkap bahwa lebih dari satu juta pengguna ChatGPT setiap minggu menunjukkan tanda-tanda gangguan kesehatan mental, termasuk indikasi eksplisit terkait niat bunuh diri.
Temuan ini disampaikan melalui postingan blog resmi perusahaan, sebagai bagian dari pembaruan tentang bagaimana chatbot tersebut menangani percakapan sensitif, sebagaimana dilansir Bertuahpos Selasa, 28 Oktober 2025, dari laman berita The Guardian.
Menurut OpenAI, sekitar 0,07% pengguna aktif mingguan—setara dengan 560.000 dari 800 juta pengguna global—memperlihatkan tanda-tanda potensi darurat kesehatan mental yang berkaitan dengan psikosis atau mania. Perusahaan menegaskan bahwa analisis ini masih bersifat awal dan sulit diukur secara akurat.
Data tersebut dirilis di tengah meningkatnya pengawasan publik dan investigasi regulator, termasuk penyelidikan oleh Komisi Perdagangan Federal (FTC) Amerika Serikat terhadap perusahaan pembuat chatbot AI. OpenAI juga menghadapi gugatan hukum dari keluarga remaja yang bunuh diri usai berinteraksi intensif dengan ChatGPT.
Dalam laporan yang sama, OpenAI menyebut pembaruan GPT-5 berhasil mengurangi perilaku berisiko pada model mereka. Evaluasi internal menunjukkan 91% respons GPT-5 sesuai dengan standar keamanan yang diinginkan, naik dari 77% pada versi sebelumnya.
Untuk meningkatkan keamanan, OpenAI menambahkan akses cepat ke hotline krisis dan pengingat istirahat selama sesi panjang. Proses pengembangan GPT-5 melibatkan 170 dokter dan pakar kesehatan mental dari Jaringan Dokter Global untuk menilai keamanan dan ketepatan respons chatbot dalam menghadapi situasi serius.
Perusahaan menegaskan bahwa peningkatan jumlah pengguna menyebabkan ChatGPT secara alami menangani lebih banyak percakapan yang berkaitan dengan kesehatan mental dan tekanan emosional. Meski begitu, OpenAI berhati-hati menghindari kesan adanya hubungan langsung antara ChatGPT dan meningkatnya krisis kesehatan mental.
CEO OpenAI Sam Altman menyatakan pihaknya telah membuat kemajuan besar dalam mitigasi risiko. Ia juga mengumumkan rencana untuk melonggarkan pembatasan konten bagi pengguna dewasa, setelah sistem baru dinilai mampu menangani isu kesehatan mental dengan lebih baik.
“Kami tahu pembatasan sebelumnya membuat ChatGPT terasa kurang bebas, tapi keselamatan pengguna tetap prioritas utama,” tulis Altman di akun X miliknya.
***









