• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Rupiah “Spot Jantung”, BI Bergegas Beri “Infus”

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
22 Oktober 2024
Rupiah melemah

Foto: Ilustrasi / Dok. Bertuahpos.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Bank Indonesia (BI) bergerak cepat merespons pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi pagi ini, Selasa, 22 Oktober 2024, akibat sentimen negatif dari Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Bloomberg Technoz, Selasa, 22 Oktober 2024, Direktur Eksekutif Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Edi Susianto, menyatakan bahwa BI telah melakukan intervensi di pasar valuta asing (valas) dan pasar NDF domestik untuk mengendalikan volatilitas rupiah.

Pelemahan rupiah dipicu oleh pernyataan hawkish pejabat Federal Reserve (The Fed) serta ketidakpastian politik menjelang pemilihan presiden AS yang tinggal dua pekan lagi.

“Meskipun ada tekanan, volatilitas pasar valas masih terkendali dan eksportir masih terlihat memasok valas ke pasar,” ujar Edi.

Pada pembukaan pagi ini, rupiah turun 0,25% dan terus melemah hingga mencapai level Rp15.568 per dolar AS, menjadikannya mata uang dengan penurunan terdalam di Asia.

Ringgit Malaysia, peso Filipina, dolar Taiwan, baht Thailand, won Korea Selatan, dan yuan Tiongkok juga melemah, namun rupiah mencatat pelemahan terbesar.

Pengaruh Kondisi Global Terhadap Rupiah

Tekanan terhadap rupiah disebabkan oleh aksi jual besar-besaran obligasi pemerintah AS (Treasury) yang memicu kenaikan imbal hasil (yield).

Yield obligasi AS bertenor dua tahun naik menjadi 4,03%, sementara tenor 10 tahun meningkat menjadi 4,19%.

Hal ini terjadi setelah rilis data fiskal AS yang menunjukkan peningkatan defisit menjadi US$1,83 triliun per September 2024, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ketidakpastian politik di AS juga mempengaruhi sentimen pasar. Kedua kandidat presiden, Kamala Harris dan Donald Trump, sama-sama berjanji akan menerapkan kebijakan belanja populis, yang diperkirakan akan memperburuk defisit fiskal di masa mendatang.

“Siapapun yang menang, pasar Treasury AS akan menghadapi tekanan,” tulis analis dari Mega Capital Sekuritas, Lionel Priyadi dan Nanda Rahmawati, dalam catatan mereka.

Strategi BI Mengatasi Tekanan Pasar

Dalam menghadapi tekanan ini, Bank Indonesia diperkirakan akan kembali menggunakan Sekuritas Rupiah BI (SRBI) untuk mengurangi arus keluar modal (outflows).

Tekanan jual di pasar surat utang domestik menyebabkan kenaikan yield pada berbagai tenor, seperti SBN bertenor dua tahun yang naik menjadi 6,40% dan SBN bertenor 10 tahun yang mencapai 6,66%.

BI sebelumnya mencatat bahwa investor asing telah menjual SRBI senilai Rp5,31 triliun dalam empat hari perdagangan terakhir. Untuk mengatasi situasi ini, BI diperkirakan akan kembali merilis SRBI dengan tingkat bunga diskonto yang lebih tinggi, yaitu di kisaran 6,85%-6,95%.

Dengan meningkatnya tekanan dari pasar global, yield surat utang pemerintah Indonesia (INDOGB) berpotensi naik hingga 6,90%-7,00%, sementara yield surat utang berdenominasi dolar AS (INDON) dapat mencapai 5,10%-5,20%.

Analis memperkirakan bahwa BI akan terus memantau kondisi pasar dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global yang terus berlangsung.***

Tags: bank IndonesiafinansialRupiah
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Ekonomi syariah
Ekonomi

Ekonomi Syariah Indonesia Bidik Posisi 3 Besar Dunia

...

Read moreDetails
Tensi AS-Iran Memanas, Rupiah Terkoreksi Tajam Dekati Level Rp17.000

Mengapa BI Turunkan Batas Beli Dolar AS?

Kurs Rupiah Hari Ini Tertekan, Simak Penjelasannya

Kurs Rupiah Hari Ini Tertekan, Simak Penjelasannya

Bank Indonesia Bongkar Modus Penipuan Digital Berkedok Bank dan Kurir

Bank Indonesia Bongkar Modus Penipuan Digital Berkedok Bank dan Kurir

BI Ingatkan Kemudahan Transaksi Keuangan Perlu Diimbangi dengan Perlindungan Konsumen

BI Ingatkan Kemudahan Transaksi Keuangan Perlu Diimbangi dengan Perlindungan Konsumen

Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Rp17.908 per Dolar AS di Awal Pasar

Rupiah Menguat Berkat Intervensi BI Jelang Keputusan RDG

Next Post

Pemko Pekanbaru Masih Hadapi Tunda Bayar Rp130 Miliar

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.