Katanya, Kabupaten/kota Komit Realisasikan Bantuan Dana COVID-19 Tuntas Bulan Ini, Liat Aja Nanti!

Jumat, 14 Agustus 2020 08:29
Katanya, Kabupaten/kota Komit Realisasikan Bantuan Dana COVID-19 Tuntas Bulan Ini, Liat Aja Nanti!
Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau Dahrius Husein – Foto: Melba / Bertuahpos

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Salah satu yang disoroti oleh Gubernur Riau Syamsuar, terhadap pemerintah kabupaten/kota se-Riau, yakni mengenai realisasi bantuan keuangan (Bankeu) COVID-19 untuk masyarakat. 

Awal Agustus lalu diketahui masih ada 7 kabupaten/kota di Riau yang realisasi bantuan dana COVID-19 kepada masyarakat masih 0%. Kata Syamsuar, sebagian besar beralasan dilakukan verifikasi data ulang, yang seharunya ini sudah selesai sebelum dana itu diajukan ke provinsi.

Advertisement

Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau Darius Husein mengjelaskan, bahwa dana bantuan keuangan tersebut sudah ditransfer ke rekening pemerintah kabupaten/kota masing-masing. Terutama untuk penerima manfaat tahap pertama sebesar Rp300 ribu.

“Kami sudah koordinasi, komitmen mereka bulan ini sudah tersalurkan semua untuk bantuan tahap pertama. Kami juga mendesak agar mereka (kabupaten/kota) bisa cepat merealisasikan dana itu kepada masyarakat,” jelasnya, kepada bertuahpos.com, Kamis, 13 Agustus 2020.

Baca: OJK Riau Catat Kerugian Rp 105,8 Triliun Karena Investasi Bodong

Dia meluruskan bahwa untuk realisasi bantuan keuangan itu sampai ke tangan masyarakat, memang sudah menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota masing-masing.

“Kami berharap pada tahapan berikutnya, kondisi seperti ini tidak lagi terjadi. Penekanan Pak Gubernur juga demikian. Memang kami sadari ada banyak kendala di lapangan. Terutama terhadap akurasi data, mungkin sudah ada yang meninggal, atau sudah tidak layak mendapatkan bantuan. Makanya semuanya harus dicek kembali,” sambungnya.

“Kemudian untuk penyaluran tahap kedua masih sama, via rekening. Karena memang prosedur yang diharuskan seperti itu. Hanya saja kami minta, pada penyaluran tahap kedua dan ketiga tidak lagi seperti penyaluran tahap pertama yang terlambat. Kita liat aja nanti.”

(bpc2)