• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Rupiah Diprediksi Melemah di Awal Pekan, Kesepakatan Dagang RI-AS Dinilai Berisiko

Dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah juga datang dari respons pasar terhadap kesepakatan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat yang baru saja diumumkan.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
21 Juli 2025
Rupiah Diprediksi Melemah di Awal Pekan, Kesepakatan Dagang RI-AS Dinilai Berisiko

Rupiah | Foto: Andrzej Rostek / Getty Images

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Senin, 21 Juli 2025. Berdasarkan proyeksi analis, rupiah berpotensi bergerak dalam kisaran Rp16.280 hingga Rp16.330 per dolar AS.

Mengutip data Bloomberg, pada penutupan perdagangan Jumat, 18 Juli 2025, nilai tukar rupiah justru menguat 44 poin atau 0,27% ke level Rp16.296 per dolar AS. Penguatan ini terjadi seiring dengan pelemahan indeks dolar AS yang turun 0,36% ke posisi 98,37.

Sementara itu, mata uang Asia lainnya terpantau bergerak bervariasi. Yen Jepang melemah 0,07%, sedangkan dolar Hong Kong naik tipis 0,01%. Dolar Singapura menguat 0,16%, dolar Taiwan 0,13%, dan won Korea Selatan naik 0,01%. Peso Filipina naik 0,13%, yuan China 0,05%, ringgit Malaysia 0,08%, dan baht Thailand memimpin penguatan dengan 0,40%.

Ketidakpastian The Fed dan Tarif Perdagangan Jadi Sorotan

Analis mata uang, Ibrahim Assuaibi, menyebut bahwa potensi pelemahan rupiah masih terbuka lebar. Menurutnya, pergerakan nilai tukar akan cenderung volatil di awal pekan, dengan tekanan utama berasal dari sentimen global.

“Rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah pada rentang Rp16.280-Rp16.330 per dolar AS,” ujarnya.

Ibrahim menjelaskan bahwa pasar tengah mencermati arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) setelah rilis data indeks harga konsumen (IHK) AS yang sedikit di atas ekspektasi. Hal ini memunculkan kekhawatiran bahwa inflasi bisa terus naik akibat penerapan tarif baru oleh pemerintahan Presiden Donald Trump.

Beberapa pejabat The Fed menyatakan bahwa inflasi saat ini belum cukup stabil, dan lonjakan harga baru-baru ini mungkin merupakan dampak dari kebijakan tarif. Hal ini membuat pelaku pasar semakin yakin bahwa bank sentral AS tidak akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.

Di sisi lain, ketegangan antara Presiden Trump dan Ketua The Fed Jerome Powell menambah kecemasan pasar. Meski Trump membantah akan mencopot Powell, ia juga tidak sepenuhnya menutup kemungkinan tersebut.

Kesepakatan Dagang RI-AS Dinilai Berisiko

Dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah juga datang dari respons pasar terhadap kesepakatan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat yang baru saja diumumkan.

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump menyebut kesepakatan itu sebagai babak baru hubungan dagang yang saling menguntungkan. Namun, sejumlah ekonom mengingatkan bahwa perjanjian ini bisa membawa konsekuensi serius, mulai dari ketimpangan neraca perdagangan hingga potensi ancaman terhadap kedaulatan energi dan pangan nasional.

Dalam kesepakatan tersebut, Indonesia setuju mengimpor energi dari AS senilai US$15 miliar (setara Rp244,56 triliun) dan produk pertanian senilai US$4,5 miliar (sekitar Rp73,36 triliun). Selain itu, Indonesia juga akan membeli 50 unit pesawat Boeing, mayoritas merupakan tipe Boeing 777.***

— Bisnis.com

Tags: DolarRupiah
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Kurs Rupiah Hari Ini Tertekan, Simak Penjelasannya
Ekonomi

Kurs Rupiah Hari Ini Tertekan, Simak Penjelasannya

...

Read moreDetails
Ekspedisi Rupiah Berdaulat 3T Jangkau Pulau Terpencil Riau

Ekspedisi Rupiah Berdaulat 3T Jangkau Pulau Terpencil Riau

Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Rp17.888, Yen Jepang Ikut Tekan

Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp18.091, Gejolak Geopolitik Angkat Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Menguat 54 Poin, Tapi Dolar AS Masih Strong

Nilai Tukar Rupiah Menguat 54 Poin, Tapi Dolar AS Masih Strong

Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Rp17.908 per Dolar AS di Awal Pasar

Obligasi Terbitan Danantara Dinilai Tak Mampu Jaga Stabilitas Nilai Tukar Tupiah

Ekonom: Suku Bunga Saja Tidak Cukup Pulihkan Rupiah yang Ambruk

Rupiah Menguat ke Rp17.838

Next Post
Panik Digerebek, Manajer Proyek di Malaysia Bakar Uang Rp3,8 Miliar untuk Hilangkan Bukti Korupsi

Panik Digerebek, Manajer Proyek di Malaysia Bakar Uang Rp3,8 Miliar untuk Hilangkan Bukti Korupsi

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.