BERTUAHPOS.COM — Harga emas dunia diprediksi masih bergerak fluktuatif pada pekan depan dengan rentang support USD 4.389 hingga resistance USD 4.851 per troy ons, ditengah tekanan geopolitik global dan ketidakpastian arah suku bunga Amerika Serikat.
Proyeksi itu disampaikan pengamat Ibrahim Assuaibi, Minggu, 10 Mei 2026, setelah harga emas ditutup di level USD 4.616 per troy ons pada akhir pekan lalu.
Ibrahim merinci dua skenario pergerakan emas untuk pekan depan. Jika terkoreksi, support pertama berada di USD 4.520 dan support kedua di USD 4.389 per troy ons.
“Kalau terkoreksi, support pertama emas berada di level USD 4.520 dan support kedua di 4.389 dolar per troy ons. Support kedua kalau seandainya melemah, untuk harga emas itu di USD 4.389,” ujar Ibrahim.
Sebaliknya, jika emas menguat, resistance pertama ada di USD 4.702 dan resistance kedua bisa menembus USD 4.851 per troy ons. Ibrahim menyebut dua level tersebut sebagai batas atas pergerakan emas dalam sepekan ke depan.
“Kalau seandainya menguat, resistance kedua itu di USD 4.851 per troy ons,” kata dia.
Ibrahim menyebut kondisi geopolitik global menjadi faktor penggerak utama harga emas saat ini. Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan Selat Hormuz serta ancaman Rusia terhadap Ukraina dan negara-negara NATO membuat investor kembali melirik emas sebagai aset safe haven.
Lonjakan harga minyak dunia akibat tensi geopolitik turut meningkatkan risiko inflasi global. Situasi itu memunculkan kekhawatiran bahwa The Fed dan bank sentral dunia lainnya akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari yang diharapkan pasar.
Data tenaga kerja AS yang masih solid memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS belum akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Kondisi itu secara tradisional menekan daya tarik emas, namun tekanan geopolitik yang tinggi membuat logam mulia ini tetap diminati.
Dari sisi permintaan, bank sentral China tercatat membeli sekitar 7,15 ton emas pada kuartal pertama tahun ini untuk memperkuat cadangan devisa nasional. Dengan tambahan itu, cadangan emas China kini mencapai sekitar 2.313,48 ton, menempatkan negara tersebut dalam jajaran lima besar pemegang cadangan emas terbesar di dunia.
Permintaan konsisten dari bank sentral global itu menjadi penopang harga emas jangka menengah di tengah volatilitas pasar. Pasar masih melihat peluang penguatan emas apabila ketegangan geopolitik terus meningkat atau tekanan ekonomi global semakin memburuk.
Dalam perdagangan pekan depan, tiga faktor utama yang akan dicermati pasar adalah perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur, arah kebijakan suku bunga The Fed, serta pergerakan inflasi global yang berpotensi menentukan laju harga emas dunia selanjutnya.









