BERTUAHPOS — Harga perak dunia kembali bergerak di zona hijau pada Senin, 8 Desember 2025. Berdasarkan data Kitco, harga perak naik 0,20% ke level US$ 58,39 per troy ons saat laporan ini diterbitkan.
Analis dari Bloomberg Intelligence, Mike McGlone, menyebut reli perak yang sangat volatil berpotensi membawa harga logam ini melonjak hingga US$ 75 per ons, atau justru terkoreksi kembali menuju US$ 40 per ons.
Prediksi tersebut disampaikan dalam catatan pasar terbaru menyoroti ekstremnya pergerakan harga perak sepanjang tahun.
McGlone menegaskan bahwa perak telah mencetak kenaikan 100% sepanjang 2025, menjadi performa tahunan terbaik sejak 1979. Perak juga terus mengungguli emas, dengan rasio emas/perak berada di 72 poin, titik terendah dalam empat tahun terakhir.
Ia mencatat bahwa harga perak saat ini berada 83% di atas rata-rata lima tahun. Namun secara historis, reli ekstrem jarang berakhir mulus.
Ia mencontohkan puncak harga perak pada 1980 sebesar US$ 49,50 yang baru terlampaui pada 2011, sementara penurunan drastis pada 1993 membawa harga ke US$ 3,60 atau turun 93%.
Sejumlah analis menilai pasar perak kini berada pada kondisi overbought, sehingga pergerakan teknikal lebih dominan ketimbang fundamental.
Situasi semakin rumit setelah pemerintah Amerika Serikat menetapkan perak sebagai logam kritis, yang membuka peluang penerapan tarif baru dan memperburuk gangguan rantai pasokan.
Meskipun volatilitas diperkirakan tetap tinggi, para analis menyebut defisit pasar belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Produksi tambang yang terbatas serta tekanan pada rantai pasokan diperkirakan terus menopang harga perak berada di level kuat dalam waktu dekat.***
Sumber: Investor.id









