BERTUAHPOS — Harga emas di Pegadaian tercatat mengalami fluktuasi signifikan sepanjang satu bulan terakhir, namun menunjukkan tren pemulihan menjelang akhir Juli 2025.
Berdasarkan grafik harga beli emas selama periode 21 Juni hingga 21 Juli, di laman resmi Sahabat Pegadaian, pergerakan harga sempat menyentuh titik terendah di bawah Rp18.100 per gram sebelum kembali stabil di kisaran Rp18.500.
Pada 21 Juni, harga logam mulia berada di level sekitar Rp18.500 per gram dan sempat menanjak mendekati Rp18.700 pada 23 Juni. Namun, koreksi tajam terjadi setelahnya, terutama menjelang akhir Juni, saat harga terjun bebas hingga menyentuh titik terendah di bawah Rp18.100 pada 29 Juni.
Memasuki Juli mulai pulih secara bertahap. Tren penguatan mulai terlihat sejak 1 Juli dan terus berlanjut hingga pertengahan bulan. Lonjakan harga cukup tajam terjadi pada 13 Juli, kemudian diikuti oleh sedikit konsolidasi sebelum kembali menguat stabil sejak 19 Juli dan bertahan hingga 21 Juli di atas Rp18.500 per gram.
Analis pasar emas menilai fluktuasi ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor global, termasuk ketidakpastian arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat dan stabilitas dolar AS.
IndoGold meyakini bahwa banyak investor memilih wait and see karena The Fed masih memberikan sinyal campuran soal suku bunga. Ini yang membuat logam mulia sempat tertekan.
Namun, dalam dua pekan terakhir, sentimen positif kembali menguat seiring pelemahan dolar AS dan kekhawatiran geopolitik global. Hal ini menjadi pendorong utama kenaikan harga emas di pasar internasional, yang turut berdampak pada harga emas di dalam negeri, termasuk di Pegadaian.
Jika tren penguatan ini berlanjut, harga emas berpotensi kembali menembus level psikologis Rp18.700 per gram atau bahkan mendekati Rp19.000 dalam waktu dekat, terutama jika ketidakpastian global tetap tinggi dan investor mencari aset aman (safe haven).***









