Jumlah miliuner kripto melonjak 40% sepanjang 2025 menjadi 241.700 orang, didorong reli Bitcoin dan kapitalisasi pasar kripto global yang tembus US$3,3 triliun.
BERTUAHPOS – Jumlah individu berstatus miliuner kripto melonjak tajam sepanjang 2025.
Laporan terbaru Crypto Wealth Report 2025 yang dirilis Henley & Partners pada 23 September 2025 mencatat total crypto millionaires kini mencapai 241.700 orang, naik 40% dibandingkan tahun sebelumnya.
Lonjakan tersebut sejalan dengan reli harga Bitcoin dan kapitalisasi pasar kripto global yang menembus US$3,3 triliun atau sekitar Rp54.795 triliun pada pertengahan 2025.
Henley melaporkan, jumlah pemilik aset kripto bernilai lebih dari US$100 juta naik 38% menjadi 450 orang, sementara miliarder kripto tumbuh 29% menjadi 36 orang hingga akhir Juni.
Pertumbuhan signifikan ini tidak lepas dari dukungan perusahaan publik dan lembaga keuangan besar, terutama di Amerika Serikat.
Kebijakan ramah kripto dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump mendorong Wall Street lebih aktif masuk ke pasar digital.
Aliran dana ke ETF Bitcoin spot berbasis AS melonjak dari US$37,3 miliar menjadi US$60,6 miliar sepanjang 2025.
ETF Ethereum spot juga meningkat empat kali lipat, dari US$3,3 miliar menjadi US$13,4 miliar.
Perusahaan manajer investasi, hedge fund, broker, hingga ekuitas swasta tercatat agresif menambah kepemilikan aset kripto.
Bitcoin menjadi motor utama akumulasi kekayaan investor kripto. Jumlah miliuner Bitcoin naik 70% menjadi 145.100 orang, dengan pemilik aset senilai di atas US$100 juta bertambah 63% menjadi 254 orang. Sementara, miliarder Bitcoin meningkat 55% menjadi 17 orang.
Meski jumlah miliuner kripto melonjak, pertumbuhan pengguna kripto secara global hanya naik moderat, yakni 5% menjadi 590 juta pengguna.
Henley juga merilis daftar negara tujuan populer bagi investor kripto. Singapura, Hong Kong, dan Amerika Serikat menduduki tiga besar, disusul Swiss dan Uni Emirat Arab.
Selain itu, negara-negara kecil seperti Kosta Rika, El Salvador, Yunani, Latvia, Panama, Selandia Baru, dan Uruguay juga dinilai proaktif menarik investor aset digital dengan strategi regulasi dan insentif pajak.***
Artikel ini dibuat hanya untuk tujuan informasi. Setiap keputusan apapun yang diambil adalah tindakan individu.









