Bank Exim Mau Danai Indonesia Rp11 T Setelah Jumpa Luhut

Senin, 26 Oktober 2020 09:46
Bank Exim Mau Danai Indonesia Rp11 T Setelah Jumpa Luhut
exim bank indonesia. (Dedi Gunawan/Bisnis.com)

BERTUAHPOS.COM — Bank Exim (Ekspor-Impor) Amerika Serikat akhirnya sepakat memberikan bantuan dana kepada Indonesia sebesar USD750 juta — setara Rp11 triliun — untuk mendanai beberapa proyek di Indonesia. Kesepakatan ini dicapai setelah Chairman and President Exim Kimberly A. Reed menemui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan melakukan pertemuan di Jakarta pada 25 Oktober 2020.

Bank Exim sepakat mengucurkan sejumlah dana mereka untuk mebiayai beberapa sektor seperti energi, kesehatan, dan jaringan telekomunikasi. “Kami menyambut baik MoU itu dan berharap ada lebih banyak investasi yang akan masuk sebagai pasrtisipasi binsis AS di proyek-proyek infrastruktur, energi, transportasi dan telekomunikasi kami,” kata Luhut dalam keterangan tertulisnya.

Advertisement

Luhut Binsar Panjaitan menerangkan kesepatan investasi tersebut diyakini belanjut dengan penandatangan MoU. Meski belum diketahui kapan waktunya, namun Luhut memastikan penandatanganan perjanjian akan dilakukan secepatnya. Sementara itu Reed menyebutkan kesepakatan tersebut sebagai bentuk mempererat aliansi dan hubungan perdagangan yang kuat antara kedua negara.

“Diskusi saya dengan Menteri Panjaitan berjalan dengan sangat produktif dan saya sangat gembira mengumumkan MoU 750 juta dollar AS ini dengan beliau hari ini (Minggu). Bank Ekspor Impor Amerika Serikat berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama ekonomi antara kedua negara,” ujar Reed.

Baca: Menanti angka neraca, asing menjual saham

Dia mengutarakan, perjanjian ini merupakan ketegasan komitmen mereka untuk mendukung berbagai potensi proyek di Indonesia. Mulai dari energi hingga teknologi komunikasi nirkabel (4G+/5G) hingga layanan kesehatan, penyiaran dengan dukungan barang dan jasa dari AS.

Perjanjian ini disepakati sebagai bagian dari kunjungan delegasi AS ke Indonesia, Vietnam dan Myanmar, yang dipimpin oleh CEO International Development Finance Corporation AS (IDFC) Adam Boehler. Didampingi pejabat tinggi pemerintah AS dari Departemen Keuangan, perdagangan, energi, dan Departemen Luar Negeri AS.

Mengutip Kompas.com, Pada 23 Oktober 2020, Luhut telah bertemu dengan CEO IDFC Adam Boehler untuk kedua kalinya. Sebelumnya, Januari 2020, Adam juga dipertemukan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pertemuan mereka berdua kali ini membahas mengenai Sovereign Wealth Fund (SWF). (bpc2)

Berita Terkini

Selasa, 01 Desember 2020 20:00

Basket, Olahraga yang Tak Sengaja Terciptakan

#BASKET

Selasa, 01 Desember 2020 18:04

Berikut Ini Daftar Kepala Dinas dan Biro di Provinsi Riau yang Terpapar Covid-19

#dinas #riau #pemprov #corona

Selasa, 01 Desember 2020 16:10

Positif Covid-19, Syamsuar Punya Riwayat Hipertensi

#syamsuar #gubri #positifcorona

Selasa, 01 Desember 2020 15:21

Siapun Ada Kontak dengan Syamsuar Saat Paripurna di DPRD, Mohon Segera Swab

#gubri #syamsuar #covid #corona

Selasa, 01 Desember 2020 15:02

Mulai Sore Kemarin Syamsuar Mengeluh Tak Enak Badan

#syamsuar #gubri #positifcorona

Selasa, 01 Desember 2020 14:39

Positif Covid-19, Gubri dan Istri Dirawat di Rumah Sakit dalam Satu Ruangan

#syamsaur #positifcorona #covid #coronadiriau

Selasa, 01 Desember 2020 14:01

Negara Terkunci Negara? Tentu Saja Ada

#NEGARA

Selasa, 01 Desember 2020 13:32

Bulog Diminta Jamin Stok Bahan Pokok Saat Libur Panjang Natal dan Tahun Baru 2021

#bapok #bulog #riau #tahunbaru2021