• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Selasa, Oktober 20, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Gubernur BI: Indonesia Jadi Penerbit Obligasi Syariah Terbesar Dunia, Tapi Itu Masih Belum Cukup

Indonesia masih perlu instrumen keuangan yang lebih beragam. Termasuk peningkatan minat investasi pada sukuk.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
31 Oktober 2024
Gubernur BI: Indonesia Jadi Penerbit Obligasi Syariah Terbesar Dunia, Tapi Itu Masih Belum Cukup

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (Foto: Bisnis.com)

107
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Indonesia diklaim sebagai penerbit obligasi syariah atau sukuk terbesar di dunia, kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, di Jakarta, Kamis, 31 Oktober 2024. Nilainya mencapai US$5 miliar.

Namun, Perry menilai pencapaian tersebut masih perlu ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan keuangan syariah di dalam negeri.

“Indonesia adalah penerbit sukuk terbesar dunia dengan nilai sekitar USD 5 miliar, disusul Islamic Development Bank dan lainnya. Namun, kita masih butuh lebih banyak lagi,” kata Perry dalam perhelatan ISEF 2024.

Menurutnya, Indonesia masih perlu instrumen keuangan yang lebih beragam. Termasuk peningkatan minat investasi pada sukuk.

Adapun pasar sukuk saat ini, masih didominasi oleh penerbitan pemerintah. Sedangkan peran korporasi masih minim. Hal ini menjadi tantangan dalam upaya pengembangan pasar keuangan syariah di Indonesia.

“Kita kesulitan memperkenalkan pasar uang syariah karena masih kurangnya penerbitan sukuk oleh korporasi,” ujar Perry.

BI juga berencana meningkatkan penerbitan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI). Namun, upaya tersebut terkendala karena minimnya underlying asset, seperti Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), yang dibutuhkan untuk mendukung penerbitan instrumen keuangan berbasis syariah.

“Kami tidak memiliki underlying asset yang cukup. Bagaimana kita bisa menerbitkan instrumen moneter jika tidak ada underlying-nya?” jelas Perry.

Selain itu, kata dia, BI akan mendorong penerbitan sukuk dengan memanfaatkan digitalisasi agar lebih banyak masyarakat, terutama generasi muda, dapat berinvestasi.

Menurutnya, digitalisasi memungkinkan produk keuangan syariah lebih mudah diakses dan menciptakan layanan keuangan yang lebih terintegrasi.

“Dengan digitalisasi, siapa pun bisa membeli sukuk. Inovasi produk melalui teknologi memungkinkan layanan keuangan syariah terhubung dengan lebih baik,” tambahnya.

Sukuk dalam mendorong kemajuan sektor keuangan syariah di Indonesia, memiliki peran besar. Tanpa sukuk, pengembangan sektor ini akan sulit tercapai.

BI berkomitmen membantu pihak-pihak yang ingin menerbitkan sukuk untuk memperkuat permintaan dan edukasi publik terkait instrumen keuangan syariah ini.

“Tanpa sukuk, bagaimana kita bisa memajukan sektor keuangan syariah? Produk sukuk sudah mapan, dan yang kita butuhkan adalah mendorong permintaan serta mengedukasi masyarakat agar lebih banyak pihak menerbitkan sukuk,” tuturnya.***

Tags: finansialobligasi
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Pasar modal. Ini Kata BEI Soal Aplikasi Bid & Ask yang Dikritik Mirip Judi Online
Ekonomi

Pasar Modal Agustus 2026 Menguat, Investor Tembus 31,14 Juta

...

Read moreDetails
Serambi 2025 Layanan penukaran uang rupiah untuk idulfitri

BI Rate Agustus 2026 Ditahan 5,75%, Bank Indonesia Buka Peluang Kenaikan ke 6,25% Akhir Tahun

OJK Riau Edukasi 350 Siswa Demi Generasi Cakap Finansial

OJK Riau Edukasi 350 Siswa Demi Generasi Cakap Finansial

BRI Apresiasi Layanan Pensiunan Demi Jaga Loyalitas Nasabah

BRI Apresiasi Layanan Pensiunan Demi Jaga Loyalitas Nasabah

Dana TKD Riau Tersalur Rp9,39 Triliun, Turun 15,51 Persen

Dana TKD Riau Tersalur Rp9,39 Triliun, Turun 15,51 Persen

DJPb Catat Realisasi Pendapatan Daerah di Riau Melonjak hingga 31 Persen

DJPb Catat Realisasi Pendapatan Daerah di Riau Melonjak hingga 31 Persen

Next Post
Pj Gubri Sebut Koperasi Perlu Dukungan Strategis di Tengah Tantangan Krisis

Pj Gubri Sebut Koperasi Perlu Dukungan Strategis di Tengah Tantangan Krisis

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.