Dirut BPJS Ketenagakerjaan Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Dana Investasi

Selasa, 26 Januari 2021 18:35
Dirut BPJS Ketenagakerjaan Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Dana Investasi

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto diperiksa Kejaksaan Agung terkait dugaan korupsi pengelolaan dana investasi di lembaga itu.

Susanto diperiksa bersama dengan delapan orang saksi lain oleh penyidik pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus). Beberapa di antaranya merupakan rekan Agus di jajaran direksi BPJS TK.

Advertisement

“Saksi yang diperiksa yaitu, AS (Agus Susanto) selaku Direktur Utama BPJS TK,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejung Leonard Eben Ezer Simanjuntak yang disampaikan melalui keterangan resminya, Selasa, 26 Januari 2021.

Leonard menjelaskan cukup rinci bahwa delapan saksi lain yang turut diperiksa. Mereka ialah Direktur Pengembangan Investasi BPJS TK, Amran Nasution; Kepala Urusan Pasar Saham pada BPJS TK tahun 2016 berinisial IR.

BACA JUGA:  Mahfud MD Jamin Tak Ada Dokumen Kasus yang Terbakar di Kejagung

Baca: MNC Securities: Ini 14 Saham Pilihan (12/9/2013)

Kemudian, Presiden Direktur PT FWD Asset Management, HRD; Direktur Bahana TCW Investment Management, RP; Asdep Settlement Custody pada Deputi Direktur Bidang Keuangan, BS; Direktur COO PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk, FEH; Direktur Pengelola Inevstasi Departemen Pengawasan Pasal Modal 2A OJK, S; dan Direktur PT Danareksa Invesment Management; US.

Leonard menuturkan bahwa pemeriksaan itu dilakukan guna mencari alat bukti terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi yang tengah diendus oleh penyidik. “Pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang perkara dugaan tindak pidana korupsi,” tandas dia.

Dalam kasus ini, belum ada tersangka yang dijerat oleh penyidik Kejaksaan Agung. Selain itu, jumlah kerugian keuangan negara akibat dugaan korupsi tersebut pun belum rampung dihitung oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

BACA JUGA:  Diduga Peras 64 Kepsek, Kepala Kejari Rengat dan 4 Kasi Diusulkan Hukuman Berat

Pada Senin lalu (18/1), Kejaksaan Agung sudah menggeledah kantor BPJS Ketenagakerjaan. Sejumlah dokumen diamankan. Penanganan kasus itu berdasarkan pada surat penyidikan Nomor: Print-02/F.2/Fd.2/01/2021.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Ali Mukartono meyakini bahwa dugaan korupsi dalam pengelolaan uang dan dana investasi ini serupa dengan yang terjadi pada PT Asuransi Jiwasraya kala itu.

“Hampir sama dengan Jiwasraya, itu kan investasi juga. Dia (perusahaan) punya duit, investasi keluar,” kata Ali kepada wartawan. (bpc2)

Berita Terkini

Minggu, 07 Maret 2021 23:05

The Magic of Thinking Success, Terjual Lebih Dari 30 Juta Eksemplar

Buku Laris Internasional, Sangat Rekomendasi

Minggu, 07 Maret 2021 17:38

Kasus Mafia Vaksin Covid-19 Palsu Dunia Terbongkar

Polisi menangkap empat tersangka.

Minggu, 07 Maret 2021 16:30

KPAI Sebut Banyak Siswa Putus Sekolah Akibat Pandemi Covid-19

“Secara data KPAI ada dua siswa yang meninggal selama semester genap tahun ajaran 2020/2021.”

Minggu, 07 Maret 2021 15:34

113 Izin Alih Fungsi Blok Rokan Dikebut Jelang Agustus 2021

Jelang alih kelola Blok Rokan

Minggu, 07 Maret 2021 15:03

The Magic of Thinking Big, Buku Terbaik Sepanjang Masa

Buku Terbaik Sepanjang Masa, Rekomendasi

Minggu, 07 Maret 2021 14:53

Noto Soeroto, Anomali Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Dalam konsep pikiran Noto, yang harus dicapai adalah Kerajaan Belanda Raya, dengan negara induk (Belanda) dan koloni-koloninya membentuk politik kolonial ideal

Minggu, 07 Maret 2021 14:32

BSI Dorong UMKM di Riau Melek QRIS, Transaksi Digital Bakal Jadi Gaya Hidup

Transaksi digital dengan QRIS

Minggu, 07 Maret 2021 12:30

Pandangan Rocky Gerung Bagaimana Elektabilitas AHY Bangkit Usai ‘Kudeta’

“Saya kira justru itu akan menaikkan simpati pada AHY.”