BERTUAHPOS — Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyambut positif target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,4% yang ditetapkan pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026. Meski optimis, Apindo mengingatkan perlunya kewaspadaan menghadapi tantangan global dan domestik.
Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani, menilai target tersebut realistis dan bisa dicapai dengan strategi yang luar biasa. Ia menekankan pentingnya peran aktif dunia usaha serta dukungan pemerintah untuk memastikan ekspansi berjalan lancar.
“Kalau kita Apindo melihatnya cukup optimistik ya. Jadi kita mengatakan optimistik tapi penuh kehati-hatian,” kata Shinta dalam program Investor Market Today dilansir dari investor.id.
Menurut Shinta, target pertumbuhan ini membuka ruang ekspansi bagi dunia usaha dengan kondisi yang lebih kondusif dibanding tahun sebelumnya. Namun, ia menilai pemerintah tetap perlu hadir untuk menciptakan iklim usaha yang mendukung.
Shinta mengingatkan bahwa pada 2026, masih terdapat tantangan eksternal, seperti ketidakpastian geopolitik dan perang dagang Amerika Serikat–China yang bisa memengaruhi stabilitas ekonomi global.
Dari sisi domestik, ia menilai ada tiga faktor penentu keberhasilan pertumbuhan ekonomi, yaitu realisasi investasi yang mampu melampaui capaian tahun sebelumnya; efektivitas transmisi fiskal dari belanja prioritas pemerintah; pemulihan daya beli masyarakat.
“Jika ketiga faktor ini berjalan serentak, target pertumbuhan ekonomi pemerintah sangat mungkin tercapai. Pada titik itu, 2026 akan menjadi ajang verifikasi sejauh mana ketahanan struktural ekonomi kita mampu menghadapi volatilitas global,” tegas Shinta.***









