Pemerintah akan menerapkan strategi APBN tak lagi bergantung pada utang. Upaya itu dapat dilakukan dengan menyasar pertumbuhan ekonomi dan optimalisasi penerimaan pajak?
BERTUAHPOS — Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan APBN akan mengurangi ketergantungan pada utang untuk membiayai pembangunan. Strategi ini ditempuh dengan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat sehingga penerimaan pajak meningkat.
“Ke depan kita tidak akan terpaksa menambah utang lebih banyak. Saya akan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat, sehingga dengan APBN yang sama, penerimaan pajak bisa naik,” kata Purbaya saat rapat dengan DPR di Jakarta, Rabu, 24 September 2025.
Pemerintah tidak lagi menahan belanja negara terlalu lama agar roda ekonomi segera bergerak. Salah satu langkah awal yang diambil yaitu memindahkan dana menganggur pemerintah di Bank Indonesia senilai Rp200 triliun ke perbankan. Kebijakan ini diharapkan mempercepat peredaran uang primer (M0) di masyarakat.
“Dengan mengelola uang secara tepat, di mana dana pemerintah tidak mengganggu ekonomi, dampaknya bisa signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan otomatis meningkatkan pendapatan pajak,” jelasnya.
Purbaya juga memaparkan hitungan potensi penerimaan negara dari pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, setiap tambahan 1% pertumbuhan ekonomi dapat menyumbang sekitar Rp220 triliun penerimaan pajak. Sementara tambahan 0,5% pertumbuhan bisa menghasilkan Rp110 triliun.***









