BERTUAHPOS.COM — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sedang mempercepat finalisasi kebijakan insentif fiskal berupa pajak impor suku cadang pesawatnol persen. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap tekanan biaya operasional maskapai yang semakin berat akibat fluktuasi harga komponen global.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Angkutan Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Agustinus Budi Hartono, pada Minggu, 7 Juni 2026. “Sudah diharmonisasi di Kementerian Perindustrian, sekarang tinggal di Kementerian Keuangan. Harapannya bisa segera keluar juga, itu bisa menolong rekan-rekan airline,” ujarnya, dikutip dari Bisnis.com.
Proses harmonisasi lintas kementerian telah mencapai tahap akhir, dan Kemenkeu kini menjadi gatekeeper terakhir sebelum regulasi resmi diterbitkan. Dengan realisasi pajak impor suku cadang pesawat yang lebih ringan, pemerintah berharap maskapai bisa mengalokasikan dana lebih besar untuk pemeliharaan armada dan peningkatan layanan.
Agustinus menekankan bahwa kebijakan ini bukan sekadar diskon fiskal, melainkan investasi jangka panjang bagi daya saing penerbangan nasional. Ia yakin, jika segera berlaku, dampaknya akan langsung terasa di lapangan—terutama dalam pengurangan downtime pesawat akibat keterlambatan kedatangan sparepart.
Selain pajak impor suku cadang pesawat, Kemenhub juga menyempurnakan skema fuel surcharge (FS) dengan matriks baru yang lebih responsif terhadap harga avtur global. Skema ini dirancang agar tidak memberatkan konsumen sekaligus menjaga keberlangsungan bisnis operator.
Saat ini, FS masih bertahan di level 50% karena harga avtur domestik stabil dalam koridor pemerintah. Mayoritas maskapai pun bersikap bijak—tidak serta-merta menaikkan tarif ke batas maksimal 100%, kecuali saat peak season liburan.
Dukungan kuat datang dari Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA), yang telah memperjuangkan kebijakan pajak impor suku cadang pesawat 0 persen selama lebih dari satu dekade. Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja, menegaskan harapan besar agar stimulus ini bisa berlaku penuh tahun ini.
“Kami berharap tahun ini mudah-mudahan pajak nol persen terhadap impor sparepart ini bisa terjadi,” ujar Denon.
Kemenhub pun tak berhenti di situ—langkah antisipatif lain seperti penyempurnaan tarif batas atas tiket dan pengaturan truk ODOL terus digenjot. Semua ini bagian dari strategi holistik membangun ekosistem penerbangan yang sehat, adil, dan berkelanjutan.









