BERTUAHPOS.COM — Investasi sektor Ekraf Indonesia dipatok tumbuh signifikan dalam dua tahun ke depan. Kementerian Ekonomi Kreatif menargetkan nilai investasi di sektor ini mencapai Rp133,74 triliun hingga Rp157,65 triliun pada 2027, seiring dengan mandat strategis pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025–2029.
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya mengatakan, target investasi sektor Ekraf tersebut ditetapkan sebagai instrumen pendukung arah Rencana Kerja Pemerintah tahun depan. Angka ini sekaligus menjadi pelaksanaan mandat Presiden melalui RPJMN 2025–2029.
“Target tersebut menegaskan peran sektor Ekraf sebagai mesin baru penggerak transformasi struktural menuju ekonomi berbasis kreativitas, serta memperkuat daya saing Indonesia di pasar global,” kata Riefky dalam rapat bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Selasa 16 Juni 2026.
Selain target investasi, Kemenekraf juga membidik kontribusi pertumbuhan produk domestik bruto sebesar 5,8% dan pertumbuhan ekspor sebesar 5,5%. Nilai ekspor ditargetkan mencapai 29,39 miliar dolar AS, dengan pertumbuhan investasi di kisaran 6,2% hingga 7,6%.
Dari sisi ketenagakerjaan, sektor ekonomi kreatif ditargetkan mampu menyerap 26,58 juta tenaga kerja. Riefky menegaskan bahwa sektor ini punya peran besar dalam mendukung agenda prioritas nasional, terutama pada klaster ekonomi kerakyatan dan desa.
Menurut Riefky, sektor Ekraf juga berkontribusi dalam upaya penurunan kemiskinan, hilirisasi dan industrialisasi, serta rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Potensi ini menjadikan ekonomi kreatif bukan sekadar sektor pelengkap, melainkan pilar penting pembangunan nasional.
Untuk mencapai berbagai target tersebut, Riefky menjabarkan sejumlah program unggulan yang akan dijalankan. Di antaranya adalah aktivasi desa kreatif, pengembangan creative hub, kampanye Creative by Indonesia, serta dukungan pemulihan ekonomi masyarakat di wilayah pascabencana.
“Dengan demikian, program Ekraf tahun 2027 tidak berdiri sendiri sebagai program sektoral, tetapi menjadi instrumen untuk memperkuat agenda prioritas nasional dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat potensi lokal, dan mempercepat pemerataan pembangunan daerah,” tutur Riefky.
Pada kesempatan yang sama, Riefky juga menyampaikan kepada DPR bahwa Kemenekraf masih memerlukan tambahan anggaran sebesar Rp1,73 triliun dari pagu indikatif RAPBN tahun depan. Tambahan dana itu dinilai penting untuk mendukung realisasi seluruh program dan target investasi sektor Ekraf yang telah ditetapkan.









