• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 7, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

BYD hingga Alibaba Masuk Daftar Hitam Pentagon, Tensi Perang Dagang China – Amerika Tersulut Kembali

Reni by Reni
13 Juni 2026
Foto: BYD
164
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Departemen Pertahanan Amerika Serikat merilis daftar hitam berisi perusahaan yang dituduh mendukung militer China. BYD masuk dalam daftar itu bersama sejumlah perusahaan teknologi raksasa lainnya.

Dalam dokumen “Entitas yang Diidentifikasi Sebagai Perusahaan Militer China yang Beroperasi di Amerika Serikat” oleh Pentagon itu, selain BYD, daftar hitam tersebut juga memuat nama Alibaba, Baidu, EVE Energy, Hesai, dan Robosense.

Pentagon menilai seluruh perusahaan dalam daftar tersebut sebagai ancaman bagi keamanan nasional Amerika Serikat, berdasarkan dugaan afiliasi perusahaan-perusahaan itu dengan kepentingan militer China.

Secara spesifik, BYD disebut berafiliasi dengan SASAC atau Komisi Pengawasan dan Administrasi Aset Milik Negara China. Afiliasi ini menjadi salah satu dasar masuknya BYD ke dalam daftar hitam Pentagon.

“BYD merupakan kontributor militer-sipil terhadap basis industri pertahanan China karena berafiliasi dengan MIIT dan berlokasi atau berafiliasi dengan zona perusahaan fusi militer-sipil,” tulis laporan Carnewschina.

Kabar daftar hitam BYD ini tentu mengejutkan dan berpotensi menggesek kembali hubungan dagang China – Amerika. Sejumlah kalangan justru menilai tudingan Pentagon terhadap BYD, adalah tuduhan tidak tidak berdasar.

Dalam klarifikasi resminya, BYD sebagai produsen mobil listrik asal China itu menegaskan bahwa mereka bukan perusahaan militer China seperti yang dituduhkan.

Dalam dokumen terbaru yang diajukan ke Bursa Efek Hong Kong, BYD menolak label sebagai perusahaan militer-sipil yang berkontribusi pada basis industri pertahanan China. Bantahan ini disampaikan secara formal melalui jalur regulasi pasar modal.

“Perusahaan menganggap bahwa tidak ada pembenaran untuk dimasukkannya perusahaan ke dalam daftar CMC (Perusahaan Militer China),” tutur BYD.

Menurut BYD, dokumen Pentagon tersebut bukan merupakan daftar sanksi resmi. Oleh karena itu, status tersebut diyakini tidak akan mengganggu operasional bisnis BYD secara langsung.

Situasi ini juga tidak melarang pihak mana pun untuk bertransaksi bisnis dengan BYD. Konsumen pun masih bebas membeli mobil listrik buatan BYD tanpa kendala hukum.

Respons berbeda ditunjukkan oleh Nio, produsen mobil listrik China lainnya yang juga masuk dalam radar Pentagon. Nio secara tegas menolak tudingan tersebut dan menyatakan akan aktif berkomunikasi dengan Departemen Pertahanan AS.

Komunikasi ini bertujuan meminta koreksi resmi atas tudingan yang dianggap tidak berdasar. Nio bahkan tidak menutup kemungkinan menempuh jalur hukum untuk melindungi kepentingan para pemegang sahamnya.

Tags: ekonomiInternasional
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Reni

Reni

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Harga CPO Pekan Ini Diproyeksi Tertekan akibat Stok Melimpah
Ekonomi

Harga CPO Pekan Ini Diproyeksi Tertekan akibat Stok Melimpah

...

Read moreDetails
Dokter Minta Keringanan Pajak, IDI Usul PPh Final Maksimal 1%

Dokter Minta Keringanan Pajak, IDI Usul PPh Final Maksimal 1%

13 BPR Ditutup OJK Sepanjang 2026, LPS Siapkan Skema Penjaminan

13 BPR Ditutup OJK Sepanjang 2026, LPS Siapkan Skema Penjaminan

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Ekonomi di Tengah Tekanan Lingkungan

Ekonomi di Tengah Tekanan Lingkungan

Respon Presiden Iran soal Klaim AS Negaranya Akan Runtuh

Respon Presiden Iran soal Klaim AS Negaranya Akan Runtuh

Next Post
Buyback Harga Emas di Pegadaian Sabtu 30 Mei 2026, Cek Selengkapnya di Sini

Harga Emas Dunia Mulai Bentuk Dasar, Sentuh Level US$ 4.219 per Ons Jelang Akhir Pekan

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.