BERTUAHPOS.COM — Pemimpin Cabang BRI Tanjungpinang Syafrizal mengatakan, perusahaan telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp696 miliar kepada 17.996 debitur hingga Mei 2026.
“Ini merupakan bagian dari peran BRI dalam memperkuat ekonomi berbasis UMKM di daerah,” ujar Syafrizal, Rabu, 17 Juni 2026.
Penyaluran KUR UMKM ini menjadi bagian dari strategi BRI dalam mendorong pelaku usaha di wilayah Tanjungpinang dan sekitarnya agar semakin produktif dan berdaya saing.
Syafrizal menambahkan, pembiayaan yang disalurkan BRI diarahkan untuk mendukung aktivitas usaha yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
Dengan akses permodalan yang lebih mudah melalui KUR, pelaku usaha memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kapasitas usaha, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi lokal.
KUR UMKM yang disalurkan BRI juga menjadi wujud nyata komitmen bank tersebut dalam mendukung Astacita Pemerintah. Program ini sejalan dengan upaya memperkuat struktur ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM, perluasan kesempatan kerja, serta pemerataan pembangunan di daerah.
“Selain memperluas akses pembiayaan, BRI juga mendorong peningkatan kapasitas UMKM melalui berbagai program pemberdayaan agar pelaku usaha tidak hanya memperoleh modal, tetapi juga mampu mengelola usaha secara lebih baik dan berkelanjutan.”
Syafrizal menyebut, dukungan BRI tidak terbatas pada penyaluran dana semata, melainkan juga mencakup pendampingan usaha dan edukasi finansial. Langkah ini dilakukan agar para debitur mampu mengelola usahanya secara bertanggung jawab dan berkelanjutan, sesuai visi BRI sebagai mitra terpercaya dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan.
“Dengan strategi yang terfokus pada sektor produktif, kami optimis dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat dan menjawab tantangan pembangunan inklusif di tingkat lokal,” jelasnya.
Ke depan, BRI Cabang Tanjungpinang akan terus mendorong penyaluran KUR UMKM pada sektor-sektor produktif agar pembiayaan yang diberikan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Kami berkomitmen mendampingi pelaku UMKM tidak hanya melalui modal usaha, tetapi juga pelatihan dan program pemberdayaan lainnya. Kami juga terus mengedukasi pelaku usaha agar melek digital dan memanfaatkan platform penjualan daring sehingga kapasitas usaha mereka meningkat dan mampu naik kelas,” jelasnya.








