BERTUAHPOS – Meski terbatas secara SDM dan fasilitas operasional, PT Riau Pangan Bertuah (RPB) mencatatkan keberhasilan dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok melalui 47 kali Operasi Pasar yang digelar sepanjang bulan Ramadan 1447 H. BUMD Riau itu mengklaim bahwa intervensi pasar tersebut efektif mencegah lonjakan harga yang signifikan di tingkat konsumen.
Direktur PT Riau Pangan Bertuah, Ade Putra Daulay, memahami betul bagaimana para mitra dan karyawannya harus bekerja ekstra keras untuk memenuhi target distribusi pangan murah di masyarakat. Dalam evaluasinya, Ade menyebut beban kerja personel saat ini sudah melampaui kapasitas ideal karena tingginya frekuensi kegiatan di lapangan.
“Evaluasi operasi pasar selama Ramdan, memang butuh penambahan personel lebih banyak, karena sehari bisa 3 hingga 5 titik lokasi operasi pasar. Personel kita cuma 17 orang. Terpaksa kita ambil ternaga bantuan luar. Paling yang repot itu sistem kasir ya, karena tak bisa di lepas ke orang luar,” katanya kepada Bertuahpos, Kamis, 19 Maret 2026, di Pekanbaru.
“Sejauh ini masih bisa ditanggulangi. Untuk armada Toko Pangan Keliling (Topling) memang harus di tambahm, kita cuma punya dua armada, untuk memenuhi kebutuhan terpaksa di sewa,” ungkap Ade Putra Daulay.
Sementara soal dukungan finansial, Ade menjelaskan sempat terjadi kendala administratif pada awal Ramadan. Namun, sinergi yang kuat dengan Pemprov Riau dan Pemkab/kota, kendala itu berhasil diatasi, salah satunya lewat skema subsidi biaya angkut yang meringankan beban distribusi.
“Anggaran untuk biaya anglkut sempat di blokir tapi dibuka setelah seminggu pertama Ramadan, di minggu kedua, sudah gerak. Respon Pemkab sangat bagus. Bahkan beberapa kabupaten/kota mau subsidi untuk biaya angkiut,” tambah Ade.
Dampak dari masifnya operasi pasar ini terlihat langsung pada kondisi pasar tradisional yang tetap kondusif hingga menjelang Idulfitri. PT Riau Pangan Bertuah memastikan ketersediaan sembako berada pada level aman sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah fluktuasi ekonomi musiman.
Ade menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi modal penting untuk perbaikan manajemen ke depan, terutama dalam hal pengadaan armada mandiri agar tidak lagi bergantung pada jasa sewa. “Dampaknya Harga stabil, ketersediaan sembako aman, masyarakat belanja dengan nyaman, dampak di pasar tak ada kenaikan signifikan,” katanya.***









