BERTUAHPOS.COM — Pemerintah Provinsi Riau memastikan belanja daerah diarahkan ke sektor yang memberi manfaat langsung bagi ekonomi dan masyarakat. Pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, pengentasan kemiskinan, pemberdayaan UMKM, dan peningkatan pelayanan publik menjadi sasaran utama.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi mengatakan, Pemprov menyadari di tengah kondisi ekonomi saat ini, setiap kebijakan anggaran harus mendukung target pembangunan daerah. Pengawasan diperkuat dan kualitas perencanaan ditingkatkan untuk memastikan efektivitas belanja.
“Belanja daerah harus benar-benar diarahkan untuk mendukung program prioritas dan menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata. Pemerintah Provinsi Riau akan terus memperkuat pengawasan, meningkatkan kualitas perencanaan, dan memastikan setiap rupiah anggaran memberikan hasil yang optimal bagi pembangunan daerah,” ujar Syahrial, Selasa, 14 Juli 2026, di Pekanbaru.
Selain itu, kata dia, Pemprov Riau juga memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota. Langkah ini bertujuan memastikan pelaksanaan berbagai program pembangunan berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
“Meski demikian, kami terus melakukan langkah strategis melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan. Optimalisasi pajak dan retribusi daerah menjadi fokus utama untuk menjaga keseimbangan fiskal,” tegas Syahrial.
Digitalisasi pelayanan turut dipercepat guna meningkatkan efisiensi pemungutan pendapatan daerah. Penguatan kinerja Badan Usaha Milik Daerah juga menjadi bagian dari strategi memperkuat fondasi fiskal.
“Kami terus berinovasi dalam pengelolaan pendapatan daerah agar target tetap tercapai meski tantangan ekonomi cukup berat. BUMD harus menjadi motor penggerak pendapatan daerah yang andal,” katanya.
“Sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama. Kami optimistis pembangunan daerah akan berjalan efektif dan berkelanjutan dengan pengelolaan anggaran yang tepat sasaran,” kata Syahrial.
Pemerintah daerah mengakui berbagai tantangan fiskal yang dihadapi sepanjang tahun anggaran 2025. Kondisi ekonomi nasional dan global turut memengaruhi pencapaian target pendapatan daerah. Adapun APBD Riau 2026 ditetapkan sebesar Rp8,3 triliun turun jika dibandingkan dengan APBD Riau 2025 sekitar Rp9,4 triliun.









