• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Lulusan Sarjana Pendidikan di Pekanbaru Semakin Kehilangan Arah?

Bertuahpos mewawancarai sejumlah sarjana pendidikan yang kini berdomisili di Kota Pekanbaru dan kami merekam cerita kekecewaan mereka.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
27 Juni 2025
Lulusan Sarjana Pendidikan di Pekanbaru Semakin Kehilangan Arah?

Lulusan Sarjana Pendidikan di Pekanbaru Semakin Kehilangan Arah?

Share on FacebookShare on Twitter

PEKANBARU — Para lulusan sarjana pendidikan pendidikan di Kota Pekanbaru sepertinya semakin kehilangan arah. Setelah mengabdikan diri untuk menimba ilmu dengan harapan bisa mengabdi sebagai tenaga pendidik, tidak semulus yang dibayangkan. Kini bahkan kian suram.

Harapan itu semakin pupus setelah pemerintah memberlakukan kebijakan untuk menghentikan pengangkatan guru honorer di sekolah negeri. Akibatnya, banyak lulusan pendidikan merasa kehilangan arah dari peluang karir yang selama ini mereka dambakan.

Wilda, lulusan Pendidikan Seni Pertunjukan tahun 2024, mengaku kecewa karena belum sekalipun mendapat kesempatan mengajar.

“Biasanya kami bisa mulai dari guru honorer, tapi sekarang jalur itu tertutup. Padahal saya sangat ingin mengajar seni di sekolah,” ujarnya kepada Bertuahpos, Kamis 26 Juni 2025.

Senada, Agung Prasetyo, alumni Pendidikan Olahraga, menyebut sebagian besar teman seangkatannya kini terpaksa bekerja di luar bidang pendidikan.

“Saya sekarang jadi pelatih di tempat gym. Jauh dari bayangan saya waktu kuliah dulu. Kami bingung mau kemana,” katanya dengan nada sedih.

Wenny Febrianti, lulusan Pendidikan Matematika, juga merasakan hal serupa. Ia menjelaskan bahwa saat ini jalur masuk ke dunia pendidikan formal nyaris tidak tersedia bagi lulusan baru.

“Dulu jadi honorer itu batu loncatan. Sekarang sudah tidak ada. Untuk ikut seleksi PPPK, harus ada pengalaman mengajar. Kami seperti masuk lingkaran tanpa jalan keluar,” jelasnya.

Para lulusan ini menilai bahwa penghapusan guru honorer dilakukan tanpa menyediakan solusi atau jalur transisi yang memadai.

Akibatnya, mereka kesulitan bersaing dalam seleksi ASN maupun PPPK, sementara sekolah negeri tidak diperbolehkan lagi merekrut guru secara nonformal.

“Kami tidak menuntut jadi ASN langsung. Kami cuma ingin punya ruang untuk belajar, mengabdi, walau sementara. Tapi jalurnya ditutup,” tegas Wilda.

Harapan mereka hanya satu, pemerintah, baik pusat maupun daerah, membuka alternatif agar para sarjana pendidikan tetap bisa mengajar. 

Bentuknya bisa berupa program magang, penempatan di sekolah swasta, madrasah, hingga komunitas belajar.

“Sayang sekali jika ribuan lulusan pendidikan setiap tahun malah tidak tahu harus ke mana. Ini bisa jadi bom waktu. Tenaga pendidik menumpuk tapi tak punya ruang untuk berkembang,” ujar Agung.

Pemerintah daerah dan instansi pendidikan diminta segera turun tangan. Keberlangsungan kualitas pendidikan di Indonesia harus dimulai dari keberpihakan terhadap calon-calon pendidik muda.

Fakta ini sungguh menyakitkan, memang. Menurut data yang dipaparkan oleh Ketua Umum Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Prof. Ir, Ali Berawi, bahwa jumlah angkatan kerja di tahun 2021 saja sebanyak 139,81 juta orang. Sedangkan tingkat pengangguran terbuka lulusan perguruan tinggi hingga 6,97 persen.

“Dari jumlah tersebut angkatan kerja berdasarkan pendidikan, ada 13 persen pencari kerja adalah lulusan sarjana, dan 6,97 pengangguran terbuka adalah mereka yang lulusan dari universitas,” ujarnya.***

— Habibie/Melba


Simak berita lainnya tentang UMKM

Tags: edukasi
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Kuliah Umum UHTP Bahas Sinergi Hukum, IT hingga Kesehatan di Era Digital
Regional

Kuliah Umum UHTP Bahas Sinergi Hukum, IT hingga Kesehatan di Era Digital

...

Read moreDetails
Pendidikan Berkarakter Terancam Hilangnya Nomenklatur Madrasah

Pendidikan Berkarakter Terancam Hilangnya Nomenklatur Madrasah

Beasiswa Pemprov Riau Dibuka untuk Mahasiswa Berprestasi, Cek Selengkapnya di Sini

Beasiswa Pemprov Riau Dibuka untuk Mahasiswa Berprestasi, Cek Selengkapnya di Sini

Jepang Justru Adopsi Pendidikan Islam untuk Bentuk Karakter Anak Usia Dini

Jepang Justru Adopsi Pendidikan Islam untuk Bentuk Karakter Anak Usia Dini

Gelar Diskusi Publik, LPIP Hadirkan Para Pakar Ulas Masa Depan Pendidikan Islam dan Degradasi Moral

Gelar Diskusi Publik, LPIP Hadirkan Para Pakar Ulas Masa Depan Pendidikan Islam dan Degradasi Moral

Stadion Utama Riau

11 Ribu Lebih Ijazah Alumni Menumpuk di Sekolah, Ini Kata Kadisdik Riau

Next Post
Tahun Baru Islam, UAH Ajak Umat Hijrah Menuju Muslim yang Baik

Tahun Baru Islam, UAH Ajak Umat Hijrah Menuju Muslim yang Baik

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.