BERTUAHPOS.COM — Pakar AI Prof. Jaswar Koto menyoroti degradasi moral pelajar Indonesia yang dinilai akibat minimnya pendidikan berkarakter. Ia membandingkan sistem di Jepang dan China yang sejak dini menanamkan rasa hormat dan terima kasih kepada orang tua, bukan sekadar mengejar prestasi akademik.
Menurut Jaswar, nilai-nilai kepatuhan pada orang tua dan guru seharusnya menjadi fondasi utama sebelum mengejar ilmu pengetahuan. Negara-negara maju di Asia justru lebih dulu menerapkan prinsip Islam ini dalam sistem pendidikan mereka.
“Patuh dan taat kepada orang tua dan guru, dan membangun karakter itu sejak dini. Inilah degradasi yang terjadi di Indonesia, sementara di negara lain mereka begitu menghormati orang tua,” ujar Jaswar kepada Bertuahpos, akhir pekan kemarin.
Ia mencontohkan bahwa di Jepang, anak-anak setelah selesai sekolah selalu bercerita tentang kepada siapa mereka harus berterima kasih, terutama orang tua mereka. Dari kecil, mereka dididik untuk menghormati orang yang paling berjasa dalam hidupnya.
China kini juga mulai mengarahkan pendidikan karakter anaknya seperti Jepang. Menariknya, di Jepang tidak ada budaya orang tua yang saling membanggakan jabatan atau kekayaan.
“Di Jepang tidak penting rangking berapa, yang terpenting adalah akhlaknya. Nanti setelah SMA barulah rangking untuk mendapatkan ilmu, dan ketika SMA barulah diarahkan sesuai dengan minatnya,” paparnya.
Kedekatan antara guru, murid, dan orang tua dinilai menjadi faktor kunci yang mulai ditinggalkan di Indonesia. Di Jepang, Korea, dan China, para dosen pembimbing tidak hanya melepas tanggung jawab mengajar, tetapi juga memikirkan kecocokan karier anak didiknya.
Pendekatan psikologis yang sangat dekat itu membuat anak didik merasa dihargai dan diarahkan sesuai minatnya. Hormat kepada guru pun menjadi budaya yang terbangun secara alami dalam keseharian.
“Di Jepang, Korea, China, para dosen pembimbing tidak hanya melepas tanggung jawab mengajar, tapi juga memikirkan anak didiknya cocoknya kerja di mana. Artinya pendekatan psikologi sangat dekat,” kata Jaswar.








