BERTUAHPOS.COM — Sebanyak 11.856 ijazah alumni SMA dan SMK Negeri di Riau masih menumpuk di sekolah karena belum diambil pemiliknya. Rinciannya terdiri dari 5.635 ijazah SMA Negeri dan 6.221 ijazah SMK Negeri.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Erisman Yahya mengimbau para alumni untuk segera mengambil dokumen penting tersebut. Ijazah menjadi syarat utama melanjutkan pendidikan, melamar pekerjaan, hingga mengurus administrasi kependudukan.
“Saya mengimbau kepada seluruh alumni SMA Negeri dan SMK Negeri, khususnya tamatan tahun 2023 ke bawah yang belum mengambil ijazah, agar segera datang ke sekolah masing-masing. Ijazah merupakan dokumen penting yang akan sangat dibutuhkan untuk masa depan anak-anak didik kita,” ujar Erisman Yahya di Pekanbaru.
Erisman menegaskan seluruh proses pengambilan ijazah tidak dipungut biaya sepeser pun. Pihak sekolah telah disiagakan untuk melayani para alumni yang datang mengambil hak mereka.
“Kami pastikan pengambilan ijazah tidak dikenakan pungutan apa pun. Gratis. Pihak sekolah juga telah siap melayani para alumni yang datang mengambil ijazahnya, karena itu memang menjadi hak mereka,” tegasnya.
Jumlah ijazah yang belum diambil ini terbilang besar dan tersebar di seluruh SMA dan SMK Negeri se-Riau. Disdik Riau menilai masih banyak alumni yang belum menyadari pentingnya dokumen tersebut.
“Bagi para alumni yang membutuhkan informasi atau mengalami kendala, silakan datang langsung ke Dinas Pendidikan Provinsi Riau melalui Bidang SMA atau Bidang SMK. Kami siap membantu agar proses pengambilan ijazah dapat berjalan dengan lancar,” katanya.
Erisman mengajak seluruh alumni untuk segera memanfaatkan layanan pengambilan ijazah yang telah disiapkan. Dokumen ini akan sangat menentukan masa depan dan mobilitas sosial para lulusan.
Pemerintah daerah berkomitmen menuntaskan distribusi seluruh ijazah yang masih tertahan. Sekolah diminta proaktif menghubungi alumni yang belum mengambil dokumen kelulusan mereka.
“Masa depan anak-anak kita sangat bergantung pada dokumen ini. Jangan sampai ijazah yang seharusnya menjadi bekal malah tertinggal begitu saja di lemari sekolah,” kata Erisman Yahya.








