• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Karena Keberaniannya, Pilot Ini Diangkat Jadi Menteri Soekarno

Romi J. by Romi J.
24 Februari 2021
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Januari 1965, Presiden Soekarno melakukan lawatan kenegaraan di Jepang. Namun, saat akan kembali ke Indonesia, bagian keamanan memberitahukan bahwa rute kembali seperti Okinawa, Hongkong, dan Manila tidak aman.

Pesawat Presiden mempunyai rute lain, yakni menghindari terbang diatas tiga kota tersebut, dan terbang lurus dari Tokyo langsung ke Biak, Papua. Ini artinya, pesawat presiden akan terbang tanpa henti melewati Samudera Pasifik.

Soekarno segera memanggil sang pilot yang bernama Kapten Partono. Soekarno mempertanyakan apakah sang pilot mampu membawa pesawatnya melewati rute langsung Tokyo-Biak.

Lazimnya, penerbangan langsung seperti itu, haruslah didahului dengan beberapa kali penerbangan penjajakan. Apalagi, pesawat tersebut membawa presiden.

Tak disangka, Kapten Partono menyanggupinya. Maka, tanpa persiapan sebelumnya, penerbangan pesawat Kepresidenan RI dilakukan diam-diam dengan rute Tokyo-Biak.

Penerbangan ini dilakukan pada malam hari pada tanggal 20 Januari 1965, dan tiba dengan selamat di Biak pada subuhnya. Dari Biak, Presiden Soekarno pindah pesawat dan terbang ke Jakarta dengan selamat.

Atas keberanian Kapten Partono mengambil resiko, Kapten Partono diangkat oleh Soekarno jadi Menteri Perhubungan dalam Kabinet Dwikora. Partono menjabat dari 2 April 1965 sampai 28 Maret 1966, dikutip dari Historia.id. (bpc4)

Tags: menteriPilotSoekarno
Share4Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

partai pendukung prabowo
Politik

Sebagai Partai Pendukung Prabowo, Golkar Legowo soal Posisi Menteri?

...

Read moreDetails
Hubungan Terlarang Pilot dan pramugari

Pramugari Ini Ungkap Sisi Gelap Hubungan Terlarang di Maskapai yang Sudah Jadi Rahasia Umum

Fahri Hamzah

Fahri Hamzah Kasihan pada Jokowi, “Kabinet Ini Sudah Babak Belur” Pecat Menteri yang Mau Nyapres

Bicara Penundaan Pilpres 2024, Menteri Jokowi Disentil Mantan Jubir KPK

Catatan Sejarah 4 Januari: Penyelundupan Soekarno-Hatta ke Yogyakarta

Catatan Sejarah 30 November: Upaya Pembunuhan Soekarno di Cikini

Next Post

Pengamat Hukum Minta Hakim Ringankan Putusan untuk Sayuti

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.