BERTUAHPOS.COM — Prediksi harga CPO atau minyak sawit mentah pekan ini mungkin akan bergerak fluktuasi cukup signifikan. Kondisi ini seiring dengan sebagian besar pedagang internasional yang akan memasuki masa libur panjang pemerintah.
Kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives diperkirakan akan bergerak dalam kisaran RM4.200 hingga RM4.250 per ton selama periode tersebut.
Menurut pedagang senior minyak sawit di Interband Group of Companies, Jim Teh, fluktuasi harga di pekan ini akibat libur panjang. Selain itu, sentimen pasar turut dipengaruhi oleh faktor internal Indonesia yang tengah memanas.
“Sentimen pasar untuk pekan depan juga akan didukung oleh penyelidikan otoritas Indonesia terhadap beberapa eksportir terkait dugaan praktik penggelapan faktur,” katanya dilansir dari Bernama, Senin, 1 Juni 2026.
Prediksi pergerakan harga CPO itu juga dipengaruhi oleh penyelidikan pemerintah Indonesia terhadap 20 perusahaan (fokus utama pada 10 perusahaan besar) yang semuanya beroperasi di industri CPO, sehingga akan memberikan sentimen pasar untuk jangka pandek.
Jim mengatakan, posisi stok minyak sawit Malaysia saat ini masih bertahan tinggi di angka 2,4 juta ton. Sementara permintaan fisik diperkirakan tetap datang dari China, India, Pakistan, negara-negara Timur Tengah, Uni Eropa, dan Amerika Serikat.
Dari sisi pergerakan harga, data perbandingan Jumat ke Jumat menunjukkan kontrak Juni dan Juli 2026 naik RM40 menjadi masing-masing RM4.470 dan RM4.503 per ton. Kontrak Agustus 2026 juga ikut menguat RM49 menjadi RM4.535 per ton.
Prediksi harga CPO untuk kontrak yang lebih jauh juga menunjukkan tren positif. Kontrak September 2026 naik RM59 menjadi RM4.561 per ton, Oktober 2026 naik RM65 menjadi RM4.590 per ton, dan November 2026 meningkat RM68 menjadi RM4.620 per ton.
Di sisi likuiditas, volume perdagangan mingguan mengalami penurunan menjadi 257.062 lot dari 614.453 lot pada minggu sebelumnya. Namun open interest justru menguat menjadi 285.715 kontrak dari posisi 280.499 sebelumnya.
Harga fisik CPO untuk June South saat ini berada di angka RM4.490 per ton. Angka ini menjadi acuan penting bagi para pelaku industri dalam memantau prediksi harga CPO di pasar spot.









