BERTUAHPOS – Ketegangan geopolitik yang terus berlanjut di Asia Barat memicu sentimen positif pada pasar komoditas global, khususnya terhadap penguatan harga CPO atau minyak sawit mentah.
Bursa Malaysia Derivatives melaporkan kontrak berjangka CPO ditutup lebih tinggi pada perdagangan 13 April 2026, mengekor reli kenaikan harga minyak mentah dunia yang kian melambung.
Kenaikan harga minyak mentah jenis Brent sebesar 7,45 persen ke level US$102,30 per barel menjadi katalis utama bagi industri sawit. Pedagang saham independen dari Iceberg X Sdn Bhd, David Ng, menilai tren bullish minyak bumi secara tidak langsung memberikan sokongan kuat bagi pasar minyak nabati. Penguatan ini juga mendapat sokongan dari naiknya harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT).
“Kenaikan harga minyak mentah telah mendorong kenaikan harga minyak sawit, karena komoditas ini banyak digunakan sebagai bahan baku biofuel,” ujar David Ng, dikutip dari Bernama, Selasa, 14 April 2026.
Secara teknikal, pasar saat ini sedang bergerak dalam rentang dukungan dan hambatan yang cukup dinamis. Kondisi tersebut mencerminkan kepercayaan diri para pelaku pasar terhadap daya serap komoditas sawit di tengah ketidakpastian kondisi global. “Kami melihat dukungan di RM4.500 per ton dan resistensi di RM4.680 per ton,” imbuhnya.
Menilik data penutupan pasar, mayoritas kontrak berjangka menunjukkan tren hijau. Kontrak Mei 2026 naik RM11 menjadi RM4.511 per ton, disusul kontrak Juni 2026 yang menguat RM17 ke posisi RM4.555 per ton. Kenaikan berlanjut pada kontrak Juli 2026 sebesar RM21 ke level RM4.572 per ton, sementara kontrak September 2026 menguat RM29 menjadi RM4.549 per ton. Namun, kontraksi tipis terjadi pada kontrak April yang turun RM41 menjadi RM4.450 per ton.
Aktivitas pasar menunjukkan peningkatan volume perdagangan menjadi 66.741 lot dibandingkan posisi Jumat pekan lalu sebanyak 66.606 lot. Meski demikian, open interest terpantau menyusut ke angka 256.371 kontrak. Di sisi lain, harga fisik CPO untuk April South dilaporkan stabil dan tidak mengalami perubahan di level RM4.580 per ton.***









