BERTUAHPOS – Harga CPO (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives diprediksi akan memasuki fase konsolidasi pada perdagangan pekan ini.
Analis memperkirakan harga komoditas unggulan ini akan bergerak di rentang RM4.200 hingga RM4.300 per ton seiring dengan munculnya aksi ambil untung (profit taking) oleh para pelaku pasar.
Sentimen pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global dan ketidakpastian situasi keamanan di mancanegara.
Jim Teh, seorang pedagang senior minyak sawit di Interband Group of Companies, memberikan pandangannya mengenai kondisi pasar terkini.
Menurutnya, level harga yang ada saat ini memang cukup menggiurkan bagi investor untuk melakukan pelepasan aset secara spekulatif.
“Tingkat harga saat ini dianggap menarik, sehingga memicu beberapa aksi likuidasi spekulatif di tengah ketidakpastian geopolitik yang sedang berlangsung,” ujar Jim Teh, dikutip dari Bernama, Senin, 13 April 2026.
Faktor eksternal menjadi variabel utama yang menekan pergerakan harga. Konflik yang terjadi di kawasan Asia Barat memaksa para spekulan untuk menarik diri dari pasar guna menghindari risiko yang lebih besar.
Selain itu, pelemahan harga energi global turut memberikan tekanan tambahan terhadap sentimen di pasar minyak sawit secara keseluruhan.
“Para spekulator menarik diri sebagian karena situasi konflik di Asia Barat. Harga energi yang lebih rendah juga membebani sentimen di pasar minyak sawit,” katanya.
Meskipun dibayangi tekanan jual, prospek permintaan fisik CPO diprediksi tetap memiliki bantalan yang kuat. Jim Teh mencatat bahwa kebutuhan dari negara-negara pengimpor utama dunia masih menjadi pilar pendukung bagi harga fisik di pasar global. Permintaan diharapkan tetap mengalir deras dari pasar-pasar tradisional dan negara maju.
Ia mencatat bahwa permintaan CPO fisik diperkirakan akan didukung oleh negara-negara pengimpor utama, termasuk China, Pakistan, India, Uni Eropa, dan Amerika Serikat.
Berdasarkan data perdagangan terakhir, hampir seluruh kontrak berjangka mengalami koreksi signifikan jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Kontrak April 2026 mencatat penurunan sebesar RM254 menjadi RM4.491 per ton. Penurunan lebih tajam terjadi pada kontrak Mei 2026 yang merosot RM299 menjadi RM4.500 per ton, serta kontrak Juni 2026 yang terpangkas RM301 ke level RM4.538 per ton.
Tren negatif ini berlanjut pada kontrak bulan-bulan berikutnya. Kontrak Juli 2026 terpantau turun RM293 menjadi RM4.551 per ton, disusul kontrak Agustus 2026 yang melemah RM285 menjadi RM4.539 per ton, dan September 2026 yang terkoreksi RM269 ke posisi RM4.520 per ton. Di pasar fisik, harga CPO untuk April South juga tidak luput dari pelemahan dengan penurunan RM180 menjadi RM4.580 per ton.
Dari sisi volume perdagangan, pasar menunjukkan sedikit kelesuan dengan total lot yang diperdagangkan menyusut menjadi 391.313 lot dari posisi 518.950 lot pada minggu lalu.
Kendati demimian, angka open interest justru merangkak naik menjadi 259.223 kontrak dari sebelumnya 252.147 kontrak, yang mengindikasikan masih adanya posisi aktif yang dipertahankan oleh para pelaku pasar di tengah fluktuasi harga.[]









