BERTUAHPOS.COM — Harga CPO atau kontrak berjangka minyak kelapa sawit mentah di Bursa Malaysia Derivatives untuk pekan depan diperkirakan akan menunjukkan bias yang masih bearish.
Hal ini disampaikan oleh pedagang independen dari Iceberg X Sdn Bhd, David Ng, dikutip dari Bernama, Minggu, 24 Mei 2026. “Kami memperkirakan harga akan diperdagangkan antara RM4.350 dan RM4.550 per ton minggu depan,” ujarnya dikutip dari Bernama.
Dia menyebut, kondisi itu terjadi seiring melemahnya pasar minyak mentah global dan ketidakpastian kebijakan ekspor minyak sawit Indonesia, sehingga sangat membayangi sentimen pasar.
Sementara itu, pedagang senior minyak sawit di Interband Group of Companies Jim Teh menilai pekan depan akan menjadi pekan perdagangan yang lebih singkat dari biasanya karena adanya hari libur nasional.
Menurutnya, aksi ambil untung akan mendorong kisaran perdagangan berada di level yang lebih rendah, yakni antara RM4.200 hingga RM4.300 per ton. “Kisaran RM4.200 hingga RM4.300 per ton merupakan harga yang bagus,” kata Jim.
Sementara itu, kata Jim, posisi stok Malaysia yang saat ini terbilang cukup tinggi berdasarkan data Dewan Minyak Sawit Malaysia, yakni sebesar 2,30 juta ton pada April 2026. Kondisi pasokan yang melimpah ini turut menjadi faktor penekan dalam perkiraan harga CPO jangka pendek.
“Seperti biasa, pembeli fisik diperkirakan berasal dari China, India, Pakistan, Timur Tengah, Uni Eropa, dan Amerika Serikat karena pasokan yang melimpah,” tambah Jim.
Dari sisi pergerakan kontrak berjangka secara mingguan, kontrak Juni 2026 naik RM40 menjadi RM4.430 per ton, sementara kontrak Juli 2026 bertambah RM43 menjadi RM4.463 per ton. Kontrak Agustus 2026 naik RM49 menjadi RM4.486 per ton, sedangkan kontrak September 2026 meningkat RM53 menjadi RM4.502 per ton.
Kontrak Oktober 2026 naik RM60 menjadi RM4.525 per ton, dan kontrak November 2026 tercatat di level RM4.552 per ton. Kenaikan bertahap pada kontrak-kontrak tersebut mencerminkan ekspektasi pasar terhadap perkiraan harga CPO yang masih memiliki ruang penguatan dalam jangka menengah.
Volume perdagangan mingguan juga melonjak signifikan menjadi 614.453 lot dari 493.990 lot pada pekan sebelumnya. Di sisi lain, open interest sedikit menyusut menjadi 280.499 kontrak dari posisi sebelumnya sebesar 285.554 kontrak.
Harga fisik CPO untuk wilayah Selatan pada Mei turut mencatatkan kenaikan sebesar RM60 menjadi RM4.500 per ton. Kenaikan ini menunjukkan bahwa permintaan fisik masih tetap aktif di tengah tekanan sentimen yang mewarnai pasar secara keseluruhan.









