BERTUAHPOS — Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup sedikit lebih tinggi pada Kamis, 16 Oktober 2025, seiring dengan ekspektasi peningkatan produksi pada Oktober.
Analis senior Fastmarkets Palm Oil Analytics, Sathia Varqa, menjelaskan bahwa periode Agustus hingga Oktober merupakan musim produksi puncak di Malaysia, yang biasanya menyumbang sekitar 30 persen dari total hasil tahunan negara tersebut.
“Selain itu, perbaikan kinerja pasar minyak nabati global juga turut mendukung sentimen positif di pasar CPO,” ujar Sathia dikutip dari Bernama.
Data Asosiasi Penggilingan Kelapa Sawit Semenanjung Selatan (SPPOMA) menunjukkan produksi minyak sawit untuk periode 1–15 Oktober naik 6,86 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Pada perdagangan Kamis, kontrak spot bulan November 2025 naik tipis RM2 menjadi RM4.431 per ton. Kontrak Desember 2025 tetap di RM4.477, sementara kontrak Januari 2026 naik RM8 menjadi RM4.520 per ton.
Untuk kontrak bulan Februari dan Maret 2026, masing-masing meningkat RM18 menjadi RM4.533 dan RM4.518 per ton. Sementara itu, kontrak April 2026 naik RM21 menjadi RM4.493 per ton.
Volume perdagangan turun menjadi 94.132 lot dari 117.165 lot pada hari sebelumnya. Open interest juga menyusut menjadi 277.195 kontrak dari 281.788 kontrak.
Di pasar fisik, harga CPO untuk Oktober South tercatat sebesar RM4.430 per ton.***









