BERTUAHPOS – Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka di Bursa Malaysia Derivatives ditutup lebih tinggi pada Senin, 22 September 2025, membalikkan tren penurunan yang terjadi sebelumnya, seperti dikutip dari Bernama, Selasa, 23 September 2025.
Penguatan harga dipicu ekspor yang meningkat dan ekspektasi perlambatan produksi dalam beberapa minggu ke depan. Pedagang minyak sawit, David Ng, mengatakan kondisi tersebut memberikan dukungan kuat bagi pasar. “Kami melihat level support di RM4.400 per ton dan resistance di RM4.580,” ujarnya.
Pada penutupan perdagangan, kontrak spot Oktober 2025 naik RM18 menjadi RM4.383 per ton. Kontrak November 2025 naik RM19 menjadi RM4.415, sedangkan Desember 2025 menguat RM18 menjadi RM4.443.
Untuk kontrak 2026, harga Januari naik RM21 menjadi RM4.463 per ton, Februari melonjak RM30 menjadi RM4.464, dan Maret bertambah RM32 menjadi RM4.436.
Volume perdagangan tercatat turun menjadi 54.679 lot dari 76.508 lot pada akhir pekan lalu. Sementara itu, open interest justru meningkat menjadi 261.122 kontrak dari 260.581 kontrak sebelumnya. Harga fisik CPO untuk Oktober Selatan tetap bertahan di level RM4.400 per ton.***









