BERTUAHPOS – Harga emas dunia mengalami penguatan mendekati level tertinggi sepanjang masa di sekitar USD 3.750 per troy ons pada perdagangan sesi Asia, Selasa, 22 September 2025.
Kenaikan ini ditopang ekspektasi penurunan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat, dan permintaan nilai investasi yang tetap stabil (safe-haven) di tengah ketidakpastian geopolitik global.
The Fed pekan lalu memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bp), pemangkasan pertama sepanjang 2025. Keputusan ini diambil setelah muncul sinyal pelemahan pasar tenaga kerja AS, meskipun inflasi masih berada di level tinggi.
Suku bunga yang lebih rendah membuat biaya peluang memegang emas menjadi lebih rendah, sehingga mendukung kenaikan harga logam mulia.
Namun, keputusan tersebut tidak sepenuhnya bulat. Gubernur The Fed Stephen Miran menolak pemangkasan 25 bp dan mendesak pengurangan lebih agresif sebesar 50 bp, dengan alasan perlunya langkah cepat untuk mengurangi risiko terhadap prospek ekonomi AS.
Selain faktor moneter, konflik geopolitik juga menjadi pendorong kuat harga emas. Kementerian Pertahanan Rusia pada Selasa melaporkan bahwa pasukannya berhasil menguasai pemukiman Kalinovsky di wilayah Dnipropetrovsk, Ukraina. Ketegangan ini meningkatkan arus modal ke aset safe-haven seperti emas.
“Permintaan safe-haven tetap deras di tengah ketidakpastian geopolitik. Pemangkasan suku bunga The Fed minggu lalu, serta potensi pemangkasan lanjutan hingga akhir tahun, terus menopang harga emas,” kata Jim Wyckoff, analis senior Kitco Metals, dilansir dari FXStreet, Selasa, 23 September 2025.
Investor kini tengah menunggu serangkaian pernyataan pejabat The Fed pekan ini, termasuk pidato Ketua Fed Jerome Powell. Komentar yang bernada hawkish berpotensi menguatkan Dolar AS dan menekan harga emas dalam jangka pendek.***









