BERTUAHPOS — Harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup lebih tinggi pada Senin, 2 Desember 2025. Penguatan ini terjadi seiring indikasi bahwa produksi CPO kemungkinan telah mencapai puncak musim, menurut keterangan seorang pedagang minyak sawit.
Analis David Ng menyebut harga minyak kedelai yang menguat selama sesi perdagangan Asia turut membantu mendorong sentimen positif pasar. Pergerakan komoditas terkait ini memberi dukungan tambahan bagi kontrak minyak sawit.
“Kami melihat level support masih kuat di atas RM4.050 dengan resistance sekitar RM4.200,” kata David Ng kepada Bernama, Senin.
Pada penutupan perdagangan, kontrak Desember 2025 naik RM36 menjadi RM4.096 per ton. Kontrak Januari 2026 juga menguat RM55 ke level RM4.146 per ton, sementara Februari 2026 naik RM65 menjadi RM4.159 per ton.
Kontrak Maret dan April 2026 masing-masing menambah RM69 dan ditutup di RM4.173 per ton serta RM4.176 per ton. Untuk Mei 2026, harga meningkat RM67 menjadi RM4.172 per ton, mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap prospek pasokan dan permintaan.
Total volume perdagangan ikut naik menjadi 64.559 lot dibanding 51.780 pada sesi sebelumnya. Namun open interest tercatat menyusut menjadi 227.917 kontrak dari 280.164 kontrak sebelumnya, menunjukkan rotasi posisi dari pelaku pasar.
Sementara itu, harga CPO fisik untuk pengiriman Desember Selatan juga mengalami kenaikan RM20 dan bertengger di level RM4.130 per ton.***









