BERTUAHPOS.COM — Harga CPO atau minyak sawit mentah di Bursa Malaysia Derivatives ditutup menguat pada Rabu, 3 Juni 2026, setelah perdagangan kembali bergulir usai libur nasional beberapa hari sebelumnya.
Penguatan harga CPO didorong oleh ekspektasi penurunan produksi minyak sawit dalam beberapa pekan ke depan, sekaligus ditopang kenaikan harga minyak mentah dan minyak kedelai di pasar global.
Pedagang saham independen dari Iceberg X Sdn Bhd, David Ng, mengatakan sentimen pasar terus membaik seiring perkiraan produksi minyak sawit yang akan melemah dalam waktu dekat. Menurutnya, pelaku pasar kini merespons positif proyeksi tersebut dengan mendorong harga CPO lebih tinggi.
“Penurunan produksi yang saya perkirakan ini terutama bersifat musiman dan berbasis proyeksi. Oleh karena itu, kami melihat level support di RM4.500 per ton dan resistance di RM4.750 per ton,” ujar David Ng, dilansir dari Bernama.
Ia juga mengutip data dari Southern Peninsular Palm Oil Millers Association (SPPOMA) yang mencatat produksi minyak sawit selama periode 1–31 Mei turun sebesar 10,07 persen. Data itu memperkuat keyakinan pasar bahwa pasokan bakal mengetat dalam waktu dekat.
Sementara itu, harga minyak mentah Brent turut memberikan angin segar bagi pasar komoditas. Harga minyak jenis ini naik 2,08 persen menjadi US$98,00 per barel, yang secara tidak langsung menopang pergerakan harga CPO.
Pada penutupan perdagangan, kontrak CPO Juni dan Juli 2026 masing-masing naik RM135 menjadi RM4.605 per ton dan RM4.638 per ton. Kontrak Agustus 2026 menguat RM142 menjadi RM4.677 per ton, sementara kontrak September dan Oktober 2026 naik RM144 menjadi RM4.705 per ton dan RM4.734 per ton.
Kontrak November 2026 turut menguat RM141 menjadi RM4.761 per ton. Secara keseluruhan, seluruh kontrak berjangka aktif kompak bergerak naik pada sesi perdagangan hari ini.
Volume perdagangan meningkat signifikan menjadi 104.077 lot dari 76.012 lot pada Jumat pekan lalu. Posisi terbuka juga naik menjadi 289.868 kontrak dari sebelumnya 285.715 kontrak.
Di pasar fisik, harga CPO untuk pengiriman Juni Selatan naik RM150 menjadi RM4.640 per ton. Kenaikan ini sejalan dengan penguatan yang terjadi di pasar berjangka.
Perlu dicatat, Bursa Malaysia dan seluruh anak perusahaannya sempat tutup pada Senin, 1 Juni, dan Selasa, 2 Juni. Penutupan itu dilakukan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Raja dan hari libur pengganti Hari Waisak, sebelum perdagangan kembali normal pada Rabu.









