• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Harga CPO Malaysia Menguat, Ada Harapan dari Permintaan India

Harga CPO di Bursa Malaysia menguat seiring harapan pulihnya permintaan India, meski tekanan pasokan minyak kedelai China masih membayangi.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
10 Februari 2026
Harga CPO Malaysia Menguat, Ada Harapan dari Permintaan India. Ekspor Melemah, Harga CPO Turun. Bea Keluar Ikut Merosot Akibat Harga CPO yang Turun

Buah sawit berondolan | Foto: Dok. Bertuahpos.

253
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Harga kontrak minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) ditutup menguat pada perdagangan Senin, 9 Februari 2026. Penguatan ini terjadi di tengah ekspektasi pulihnya permintaan dari India, meski tekanan pasokan minyak kedelai dari China masih membayangi pasar.

Berdasarkan data penutupan BMD, kontrak berjangka CPO Februari 2026 melonjak 18 ringgit menjadi 4.100 ringgit Malaysia per ton. Sementara itu, kontrak Maret 2026 naik 11 ringgit ke level 4.132 ringgit Malaysia per ton.

Kontrak berjangka untuk pengiriman April 2026 juga mencatat kenaikan sebesar 6 ringgit menjadi 4.160 ringgit Malaysia per ton. Penguatan berlanjut pada kontrak Mei 2026 yang naik 4 ringgit ke posisi 4.167 ringgit Malaysia per ton.

Adapun kontrak Juni 2026 menguat 3 ringgit menjadi 4.161 ringgit Malaysia per ton. Kontrak Juli 2026 juga naik 3 ringgit dan ditutup di level 4.153 ringgit Malaysia per ton.

Analis menilai, potensi peningkatan permintaan minyak sawit India mulai terbuka seiring harga CPO yang semakin kompetitif dibandingkan minyak nabati lainnya. Penurunan harga sebelumnya membuat minyak sawit kembali menarik bagi importir utama dunia tersebut.

Saat ini, harga CPO untuk pengiriman Maret ke India ditawarkan sekitar US$1.165 per ton dengan basis cost, insurance, and freight (CIF). Angka ini lebih rendah dibandingkan harga minyak kedelai mentah yang berada di kisaran US$1.281 per ton, berdasarkan data Asosiasi Ekstraktor Pelarut India.

Kepala Riset Komoditas Sunvin Group, Anilkumar Bagani, memperkirakan impor minyak sawit India pada 2026 akan meningkat menjadi 8,5 hingga 9 juta ton. Jumlah tersebut naik dibandingkan realisasi impor 2025 yang tercatat sebesar 7,6 juta ton.

Meski demikian, laju pemulihan permintaan minyak sawit India diperkirakan tetap terbatas. Pasalnya, China tengah gencar mengekspor minyak kedelai akibat kelebihan pasokan, setelah mengimpor kedelai dalam jumlah besar sepanjang tahun lalu.

Analis industri Dorab Mistry menyebutkan, ekspor minyak kedelai China yang mencapai hampir 100.000 ton per bulan telah menekan pasar India. Kondisi ini berdampak langsung pada permintaan minyak sawit serta harga minyak nabati secara keseluruhan.

Di sisi lain, produksi minyak sawit dari Indonesia dan Malaysia yang masih kuat dinilai akan menjaga tekanan harga tetap ada. Namun, selisih harga yang lebih murah membuat India diperkirakan tetap mengandalkan impor minyak sawit untuk memenuhi kebutuhan domestiknya.

Secara keseluruhan, konsumsi minyak nabati India pada 2026 diproyeksikan berada di kisaran 25 juta ton, relatif stagnan dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan produksi domestik yang terbatas, India diperkirakan tetap harus mengimpor sekitar 15,5 hingga 16 juta ton minyak nabati, dengan minyak sawit menjadi kontributor terbesar.***




 

Tags: harga CPOkelapa sawit
Share6Tweet4Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Harga CPO Menguat, Cek Selengkapnya di Sini. Minyak Sawit Indonesia Tetap Primadona di Tengah Setralisasi Ekspor
Ekonomi

Harga CPO Berisiko Tertekan Akibat Stok Melimpah

...

Read moreDetails
Harga CPO Ditutup Melemah, Tertekan Lonjakan Stok dan Pasar Minyak Nabati

Harga CPO Ditutup Melemah, Tertekan Lonjakan Stok dan Pasar Minyak Nabati

Harga Kontrak CPO Malaysia Kompak Turun, Berikut Proyeksi Harga Pekan Ini

Harga Kontrak CPO Malaysia Kompak Turun, Berikut Proyeksi Harga Pekan Ini

Harga TBS Swadaya di Riau Naik, Harga Tertingginya Segini. Harga CPO

Harga TBS Kelapa Sawit Plasma di Riau Juga Turun, Cek Selengkapnya di Sini

Ekspor Nonmigas Riau Tumbuh 8,14 Persen. Harga TBS Sawit Riau

Harga TBS Sawit Riau Turun, Umur 9 Tahun Jadi Rp3.912,24 per Kg

Harga CPO Pekan Ini Diproyeksi Tertekan akibat Stok Melimpah

Harga CPO Pekan Ini Diproyeksi Tertekan akibat Stok Melimpah

Next Post
Menciptakan Makna Pasar Energi Bersih Melalui Strategi Diferensiasi Berbasis Nilai

Adopsi Renewable Natural Gas di Indonesia: Tinjauan Literatur Sistematis tentang Green Trust, Perceived Value dan Keterlibatan Digital

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.