• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Adopsi Renewable Natural Gas di Indonesia: Tinjauan Literatur Sistematis tentang Green Trust, Perceived Value dan Keterlibatan Digital

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
10 Februari 2026
Menciptakan Makna Pasar Energi Bersih Melalui Strategi Diferensiasi Berbasis Nilai
Share on FacebookShare on Twitter

Penulis: Charly Simanullang | Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Bisnis Universitas Riau


Transisi energi bukan semata persoalan teknologi, infrastruktur, atau kebijakan publik. Dalam perspektif manajemen pemasaran strategik, transisi energi termasuk adopsi Renewable Natural Gas (RNG) pada hakikatnya adalah persoalan penerimaan pasar, kepercayaan publik, dan pembentukan nilai. Energi bersih tidak akan pernah menjadi arus utama apabila hanya diperlakukan sebagai proyek teknis, tanpa pendekatan pemasaran yang berakar pada pemahaman perilaku konsumen dan legitimasi sosial.

Artikel ini secara tepat menempatkan RNG dalam kerangka pemasaran modern yang berbasis green trust, perceived value, dan digital engagement. Ketiganya merupakan fondasi penting dalam membangun niat adopsi (adoption intention) di tengah masyarakat yang semakin kritis, rasional, dan digital-oriented. Dari sudut pandang pemasaran, energi bukan lagi sekadar komoditas, melainkan proposisi nilai sosial yang harus diyakini, dirasakan manfaatnya, dan dialami secara konsisten oleh konsumen.

Kepercayaan hijau (green trust) menjadi variabel kunci yang tidak dapat dinegosiasikan. Dalam pasar energi, konsumen berhadapan dengan risiko yang bersifat jangka panjang: risiko harga, risiko pasokan, dan risiko keberlanjutan. Oleh karena itu, keputusan adopsi tidak ditentukan oleh klaim ramah lingkungan semata, melainkan oleh sejauh mana konsumen mempercayai integritas institusi, kredibilitas informasi, dan konsistensi perilaku merek energi. Artikel ini menegaskan bahwa transparansi data, komunikasi ESG yang autentik, serta reputasi badan usaha yang bergerak dibidang energi berperan strategis dalam membangun ekosistem kepercayaan tersebut.

Lebih jauh, kepercayaan tidak akan terbentuk tanpa adanya nilai yang dirasakan (perceived value). Dalam literatur pemasaran, nilai tidak hanya dipahami secara ekonomis, tetapi juga secara sosial dan simbolik. RNG menawarkan efisiensi, kompatibilitas infrastruktur, dan kontribusi terhadap pengurangan emisi namun semua itu harus diterjemahkan menjadi manfaat yang relevan bagi konsumen. Ketika masyarakat merasakan bahwa penggunaan RNG bukan hanya rasional secara biaya, tetapi juga bermakna secara sosial dan moral, maka adopsi berubah dari kewajiban kebijakan menjadi pilihan sadar.

Di sinilah peran keterlibatan digital (digital engagement) menjadi sangat menentukan. Era pemasaran satu arah telah berakhir. Konsumen energi kini menuntut dialog, partisipasi, dan pengalaman. Platform digital, aplikasi layanan energi, serta media sosial bukan sekadar saluran informasi, melainkan arena pembentukan makna dan relasi jangka panjang. Artikel ini secara meyakinkan menunjukkan bahwa keterlibatan digital memperkuat hubungan antara kepercayaan dan niat adopsi, menjadikan konsumen bukan hanya pengguna energi, tetapi juga bagian dari narasi transisi energi nasional.

Dari sudut pandang akademik, integrasi Theory of Planned Behavior, Green Trust Model, dan kerangka pemasaran digital merupakan kontribusi konseptual yang signifikan. Model ini menegaskan bahwa sikap positif terhadap energi hijau tidak otomatis menghasilkan adopsi, kecuali dimediasi oleh nilai yang dirasakan dan diperkuat oleh kepercayaan. Dengan kata lain, pemasaran energi hijau harus bergerak dari pendekatan informatif menuju pendekatan relasional dan partisipatif.

Bagi praktisi dan pembuat kebijakan, implikasinya sangat jelas. Strategi pemasaran RNG tidak cukup berhenti pada edukasi teknis atau subsidi harga. Yang dibutuhkan adalah strategi pemasaran berbasis kepercayaan, didukung oleh komunikasi digital yang transparan, konsisten, dan berorientasi pengalaman. Badan usaha yang bergerak dibidang energi, memiliki posisi unik sebagai trust anchor yang dapat menjembatani kepentingan pasar, masyarakat, dan agenda keberlanjutan nasional.

Adopsi RNG di Indonesia akan ditentukan oleh kemampuan kita mengelola persepsi, membangun kepercayaan, dan menciptakan nilai yang dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Artikel ini memberikan landasan ilmiah yang kuat untuk memahami bahwa transisi energi adalah proses sosial dan pemasaran, bukan semata proses teknokratis. Bagi akademisi, praktisi, dan pengambil kebijakan, kajian ini layak dijadikan rujukan utama dalam merancang strategi energi hijau yang berkelanjutan dan berorientasi kepada pasar.

Untuk memahami kerangka konseptual, temuan literatur, dan implikasi strategisnya secara lebih mendalam, dapat membaca artikel lengkapnya melalui tautan berikut https://doi.org/10.37641/jimkes.v14i1.4848

Tags: Opini
Share5Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Memperkuat Strategi Pemasaran di Tengah Dinamika Ekonomi
Opini

Memperkuat Strategi Pemasaran di Tengah Dinamika Ekonomi

...

Read moreDetails
Ketika Viral Menjadi Komoditas, Kredibilitas Menjadi Kelangkaan Baru

Ketika Viral Menjadi Komoditas, Kredibilitas Menjadi Kelangkaan Baru

Ekonomi di Tengah Tekanan Lingkungan

Ekonomi di Tengah Tekanan Lingkungan

Percaya pada AI Boleh, Menyerahkan Pilihan? Jangan

Percaya pada AI Boleh, Menyerahkan Pilihan? Jangan

Menciptakan Makna Pasar Energi Bersih Melalui Strategi Diferensiasi Berbasis Nilai

Membaca Apa yang Dirasakan Pelanggan: Tantangan Baru Bisnis Era Moderen

Jaringan Gas Rumah Tangga dan Tantangan Penerimaan Masyarakat

Jaringan Gas Rumah Tangga dan Tantangan Penerimaan Masyarakat

Next Post
Pimpinan BI Thomas Djiwandono Diminta Fokus Mengabdi, “Ini Bukan Amanah Ringan"

Thomas Djiwandono Diminta Fokus Mengabdi, “Ini Bukan Amanah Ringan"

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.