BERTUAHPOS.COM — Harga CPO atau minyak sawit mentah di Bursa Malaysia Derivatives diperkirakan akan bergerak naik pada pekan depan setelah sejumlah kontrak berjangka mencatatkan penurunan dalam sepekan terakhir.
Dilansir dari Bernama, Minggu, 3 Mei 2026, sentimen pasar global, khususnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, disebut menjadi faktor utama yang menopang pergerakan harga.
David Ng, trader internal dari Iceberg X Sdn Bhd, menilai konflik AS-Iran yang masih berlangsung terus memberikan dukungan terhadap harga minyak mentah dunia. Ia menyebut kondisi itu turut memengaruhi sentimen pasar CPO dalam jangka pendek.
“Kami memperkirakan harga akan diperdagangkan antara RM4.500 dan RM4.650 per ton minggu depan,” katanya.
Secara mingguan, kontrak berjangka CPO kompak melemah di semua tenor. Kontrak Mei 2026 turun RM13 ke posisi RM4.504 per ton, kontrak Juni 2026 melemah RM25 ke RM4.540 per ton, dan kontrak Juli 2026 terkoreksi RM27 menjadi RM4.570 per ton.
Pelemahan berlanjut pada kontrak jangka lebih panjang dengan kontrak Agustus 2026 turun RM29 ke RM4.588 per ton, kontrak September 2026 melemah RM28 ke RM4.599 per ton, dan kontrak Oktober 2026 terkoreksi RM13 menjadi RM4.609 per ton. Harga fisik CPO untuk wilayah Selatan bulan Mei juga turun RM20 ke level RM4.550 per ton.
Volume perdagangan mingguan menurun menjadi 315.237 lot dari 481.774 lot minggu lalu, sementara open interest meningkat menjadi 259.891 kontrak dari 258.789 kontrak sebelumnya.
Adapun pasar ditutup 1 Mei sehubungan dengan hari libur nasional Hari Buruh dan akan kembali beroperasi pada tanggal 4 Mei.









