Harga CPO mungkin akan bergerak mendatar di bursa. Sejauh ini pelaku pasar akan mencermati data pasokan dan permintaan bulan Mei, baik dari hasil polling media maupun data resmi yang akan dirilis oleh Malaysian Palm Oil Board (MPOB) pada 10 Juni 2025.
BERTUAHPOS — Harga CPO atau minyak sawit mentah untuk kontrak berjangka di Bursa Malaysia Derivatives diperkirakan akan bergerak mendatar pada pekan pertama Juni 2025. Hal ini disebabkan oleh terbatasnya katalis pasar serta pekan perdagangan yang lebih pendek.
Analis pasar David Ng menyebutkan bahwa kurangnya sentimen baru membuat harga CPO cenderung bergerak dalam kisaran sempit dalam waktu dekat. “Kami memperkirakan harga CPO akan berada di rentang RM3.750 hingga RM3.950 per ton,” ujarnya.
Di sisi ekspor, survei kargo memperkirakan pengiriman produk sawit Malaysia selama periode 1–25 Mei meningkat sebesar 7,3% hingga 11,6% dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya.
Sementara itu, analis senior Fastmarkets Palm Oil Analytics, Dr. Sathia Varqa, menyampaikan bahwa pelaku pasar akan mencermati data pasokan dan permintaan bulan Mei, baik dari hasil polling media maupun data resmi yang akan dirilis oleh Malaysian Palm Oil Board (MPOB) pada 10 Juni 2025.
Untuk kontrak berjangka dari Jumat ke Jumat, harga CPO kontrak Juni 2025 naik RM64 menjadi RM3.888 per ton. Kontrak Juli 2025 menguat RM55 menjadi RM3.891 per ton, sementara kontrak Agustus 2025 naik RM51 ke level RM3.878 per ton.
Kontrak September 2025 tercatat naik RM49 menjadi RM3.870 per ton, Oktober naik RM46 ke level yang sama yaitu RM3.870, dan November 2025 menguat RM43 menjadi RM3.874 per ton.
Dari sisi volume perdagangan, total transaksi mingguan turun menjadi 281.987 lot dari 331.960 lot pada pekan sebelumnya. Sementara itu, minat terbuka (open interest) juga menyempit menjadi 241.994 kontrak dari 244.075 kontrak.
Adapun harga fisik CPO untuk pengiriman Juni 2025 naik RM50 menjadi RM3.930 per ton.
Bursa Malaysia dan seluruh anak perusahaannya akan tutup pada 2 Juni 2025 untuk memperingati hari ulang tahun Yang di-Pertuan Agong Malaysia, Sultan Ibrahim Ibni Almarhum Sultan Iskandar. Aktivitas perdagangan akan kembali dibuka pada 3 Juni 2025.
— Bernama









