BERTUAHPOS — Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives diperkirakan bergerak fluktuatif sepanjang November. Kondisi ini dipicu oleh aksi ambil untung dan penyesuaian posisi investor menjelang akhir tahun.
Pedagang senior dari Interband Group of Companies, Jim Teh, memperkirakan pola perdagangan “yo-yo” akan mendominasi pasar. Menurutnya, harga CPO kemungkinan akan berfluktuasi di kisaran RM4.000 hingga RM4.100 per ton, tergantung pada reaksi investor terhadap dinamika pasar global.
“Stok minyak sawit di Malaysia dan Indonesia masih mencukupi. Namun, permintaan kuat diperkirakan datang dari Tiongkok, India, Pakistan, Timur Tengah, Uni Eropa, dan Amerika Serikat,” ujar Jim Teh seperti dikutip Bernama.
Secara mingguan, kontrak spot CPO bulan November 2025 turun RM197 menjadi RM4.185 per ton, sedangkan Desember 2025 melemah RM210 menjadi RM4.193 per ton. Untuk Januari 2026, harga turun RM215 menjadi RM4.207 per ton.
Penurunan juga terjadi pada kontrak bulan Februari 2026 sebesar RM213 menjadi RM4.222 per ton, Maret 2026 turun RM204 menjadi RM4.228 per ton, dan April 2026 melemah RM200 menjadi RM4.220 per ton.
Meski harga turun, volume perdagangan mingguan meningkat tajam menjadi 469.530 lot dari 361.379 lot pekan sebelumnya. Sementara itu, open interest melebar menjadi 264.770 kontrak dibanding 256.714 kontrak minggu lalu.
Harga fisik CPO wilayah Selatan Malaysia juga turun RM200 menjadi RM4.240 per ton.***









