BERTUAHPOS — Harga CPO atau minyak sawit mentah kontrak berjangka di Bursa Malaysia Derivatives ditutup lebih tinggi pada akhir perdagangan Senin, 27 Mei 2025. Kenaikan ini dipicu oleh sentimen positif dari pasar global, terutama akibat penguatan harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade yang mendorong minat beli terhadap minyak nabati lainnya, termasuk CPO.
Analis dan pedagang minyak sawit, David Ng, menyebut bahwa ekspektasi meningkatnya permintaan dari China dan sejumlah negara lain turut memperkuat tren kenaikan harga CPO. “Kami melihat level support berada di RM3.800 per ton, sementara resistance ada di kisaran RM4.000 per ton,” ujarnya.
Pada sesi penutupan, kontrak spot bulan Juni 2025 mencatatkan kenaikan sebesar RM32 menjadi RM3.867 per ton. Untuk Juli 2025, harga meningkat dari RM32 menjadi RM3.875 per ton, dan kontrak Agustus naik RM35 ke level RM3.868 per ton.
Kenaikan juga terjadi pada kontrak bulan-bulan berikutnya. September 2025 naik RM37 menjadi RM3.862 per ton, Oktober naik RM36 menjadi RM3.865 per ton, dan November mencatat kenaikan RM33 menjadi RM3.866 per ton.
Volume perdagangan juga menunjukkan penguatan signifikan, melejit dari 34.817 lot menjadi 49.593 lot. Meski demikian, posisi open interest tercatat sedikit menurun dari 243.913 kontrak menjadi 243.185 kontrak.
Sementara itu, harga fisik CPO untuk wilayah South Malaysia pada Juni 2025 juga terdorong naik RM30 menjadi RM3.900 per ton. Ini menjadi indikator kuat bahwa pasar tengah berada dalam fase bullish yang ditopang oleh prospek permintaan yang lebih cerah.
Penguatan harga ini memberikan sentimen positif bagi pelaku pasar dan produsen sawit, khususnya di kawasan Asia Tenggara, yang menjadi pusat produksi CPO dunia. Meski demikian, para analis tetap mewaspadai potensi koreksi teknikal dalam jangka pendek jika terjadi perubahan signifikan pada faktor eksternal seperti nilai tukar dan harga minyak global.
— Bernama









