BERTUAHPOS — PT Danantara Asset Management (DAN), anak usaha dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), resmi mengumumkan rencana penyuntikan dana sebesar US$1,84 miliar atau Rp30,46 triliun ke PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA).
Langkah strategis ini menjadi bagian dari proses restrukturisasi keuangan Garuda Indonesia melalui skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Dengan transaksi ini, Danantara akan menjadi salah satu pemegang saham utama di tubuh Garuda.
Berdasarkan keterbukaan informasi pada Rabu, 8 Oktober 2025, Danantara akan melakukan setoran modal dalam bentuk tunai, serta mengonversi sebagian pinjaman pemegang saham menjadi saham baru.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperbaiki struktur keuangan dan menjaga keberlangsungan operasional Garuda Indonesia serta anak usahanya.
“Pelaksanaan PMTHMETD oleh Danantara dilakukan dengan mempertimbangkan urgensi perbaikan posisi keuangan Perseroan secara menyeluruh, serta kebutuhan pendanaan yang mendesak,” tulis manajemen Garuda dalam keterangan resminya.
Adapun suntikan dana jumbo ini diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan Garuda sekaligus mempercepat transformasi bisnis maskapai pelat merah tersebut.
Garuda Indonesia menargetkan efisiensi operasional dan ekspansi armada sebagai bagian dari strategi pemulihan pasca restrukturisasi utang besar beberapa tahun terakhir.
Adapun penggunaan dana private placement, akan dibagi ke beberapa sektor penting. Sekitar 29% dialokasikan untuk modal kerja dan kebutuhan operasional, 37% untuk penambahan modal di anak usaha Citilink, dan 22% untuk ekspansi armada Garuda maupun Citilink.
Dengan dukungan Danantara, maskapai Garuda Indonesia diharapkan kembali mengudara dengan keuangan yang lebih sehat dan daya saing yang lebih kuat di industri penerbangan nasional maupun internasional.***









