• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

2030 Biofuel 50% Jadi Target, Pasar Sawit Domestik Makin Top Cer

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
10 Februari 2021
produksi biofuel

Kilang minyak

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU —Pemerintah menargetkan produksi biofuel hingga 50% pada 2030, atau lebih kurang 10 tahun kedepan, sebagai upaya untuk menekan impor BBM, dan mendorong green energy ramah lingkungan.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana dalam dalam Webinar Nasional ‘Strategi Penguatan Kebijakan Pengelolaan Sawit’, Rabu, 10 Februari 2021.

Upaya seperti ini, juga diyakini akan memperkuat pasar minyak mentah sawit domestik, karena ketergantungan terhadap ekspor menurun. Seperti diketahui, CPO akan menjadi bauran utama untuk bahan bakar green diesel dan green gasoline.

Dadan Kusdiana menjelaskan, produksi bahan bakar hijau ini akan didorong melalui pengolahan minyak sawit di kilang Pertamina, baik berupa pencampuran pengolahan minyak sawit di kilang yang sudah tersedia, maupun pembangunan unit baru pengolahan minyak sawit menjadi green diesel dan green gasoline.

Pada 2030, pemerintah memperkirakan produksi bahan bakar hijau ini mencapai 14 juta kilo liter (kl) atau naik 65% dari jumlah saat ini yang mencapai 8,4 juta kl. “2030 biofuel naik 50% jadi hampir 14 juta kilo liter (kl),” jelasnya.

Dia menambahkan, PT Pertamina akan mengupayakan produksi green diesel dan green gasoline pada 2022 di Kilang Cilacap.

Untuk co-processing green diesel diperkirakan mencapai 0,1 juta kl, green diesel dari pabrik pengolahan tersendiri 0,2 juta kl, dan green gasoline dari unit co-processing sekitar 0,1 juta kl.

Jumlah tersebut akan meningkat pada 2030 menjadi green diesel dari kilang tersendiri naik menjadi 1,3 juta kl, dan adanya kilang terpisah yang juga memproduksi green gasoline sebesar 2 juta kl.

Adapun kapasitas produksi biodiesel dari pabrik yang telah ada saat ini mencapai 9 juta kl pada 2020 dan akan meningkat menjadi 10,4 juta kl pada 2030 mendatang.

“Jadi akan didorong di kilang Pertamina yang ada sekarang, bakal diganti menjadi mengolah sawit dari dulunya mengolah minyak bumi, maupun kilang terpisah atau stand alone,” tuturnya. (bpc2)

Tags: bbmbiofuel 2030geen energygreen dieselgreen gasoline.Minyak sawitPertaminaproduksi biofuel
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Merawat Hafalan, Menggantung Harapan, Perjuangan Putra Minas Taklukkan Industri Migas
Ekonomi

Merawat Hafalan, Menggantung Harapan, Perjuangan Putra Minas Taklukkan Industri Migas

...

Read moreDetails
Pertamina Mengerahkan Sejumlah Upaya Percepat Pemulihan Layanan BBM di Bali

Pertamina Patra Niaga Percepat Pemulihan Layanan BBM di Bali, Termasuk Penguatan Pasokan hingga 57,9 Juta Liter

Inilah 5 Hal yang Membuat Konsumsi BBM Hyundai STARGAZER Cartenz Lebih Efisien

Inilah 5 Hal yang Membuat Konsumsi BBM Hyundai STARGAZER Cartenz Lebih Efisien

Dana PSR di Riau Naik Jadi Rp60 Juta per Hektare, Ini Aturannya

Ekspor CPO Diproyeksi Susut 4 Juta Ton di 2027, GAPKI Peringatkan Efek Domino ke Subsidi Biodiesel

Segini Konsumsi BBM Toyota Raize, Spesifikasi dan Harganya

Segini Konsumsi BBM Toyota Raize, Spesifikasi dan Harganya

Harga CPO Ditutup Melemah, Tertekan Lonjakan Stok dan Pasar Minyak Nabati

Harga CPO Ditutup Melemah, Tertekan Lonjakan Stok dan Pasar Minyak Nabati

Next Post
Pin

Catatan Sejarah 11 Februari: Kelahiran Ratu Bulu Tangkis Indonesia, Susi Susanti

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.