BERTUAHPOS — Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) mendorong agar daerah melakukan berbagai kegiatan yang mengangkat dan mempromosikan budaya lokal Indonesia ke tingkat dunia. Langkah ini dinilai penting sebagai upaya perlindungan warisan budaya agar tidak diklaim oleh negara lain yang memiliki kesamaan budaya.
Hal ini disampaikan oleh Senior General Manager MURI, Triyono, setelah Riau berhasil memecahkan rekor dunia Tari Zapin Meskom perempuan terbanyak—yang diikuti oleh 6.085 peserta di sepanjang Jalan Gajah Mada, Pekanbaru, Minggu, 11 Januari 2026.
Dia menegaskan bahwa MURI akan sangat senang dan membuka peluang lebih besar terhadap kegiatan-kegiatan pemecah rekor yang berkaitan dengan budaya dan kearifan lokal di setiap daerah.
Menurut Triyono, Indonesia secara umum telah diakui dunia karena memiliki ragam budaya yang unik, terutama kegiatan budaya yang memiliki nilai orisinalitas, serta ketertarikan kuan dengan daerah asalnya.
BACA: Diikuti 6.000 Peserta, Riau Pecahkan Rekor Dunia Tari Zapin Meskom Bengkalis
Pencatatan rekor di MURI akan semakin mempertegas, sekaligus menjadi identitas bahwa hanya Indonesia yang memiliki budaya tersebut—seperti Tari Zapin Meskom yang berasal dari Kabupaten Bengkalis, dalam pemecahan rekor kali ini.
“Kami mendorong semua kegiatan yang mengangkat budaya lokal Indonesia. Kami akan berikan rekor dunia supaya dunia tahu bahwa itu berasal dari Indonesia,” kata Triyono kepada Bertuahpos, usai acara tersebut, Minggu, 11 Desember 2025.
Pencatatan rekor dunia bukan sekadar prestasi simbolik, tetapi menjadi landasan validasi resmi bahwa suatu budaya benar-benar berasal dari desa atau daerah tertentu di Indonesia. “Validasi ini dinilai penting untuk mencegah klaim sepihak dari negara serumpun,” ujarnya.
Selain itu, budaya yang dicatatkan sebagai rekor dunia akan memperkuat posisinya sebagai warisan budaya tak benda, sekaligus menjadi referensi historis yang dapat dipertanggungjawabkan secara internasional.
“Ini menjadi bukti kuat bagi kami bahwa budaya tersebut berasal dari sebuah desa di Indonesia. Dengan begitu, tidak ada lagi klaim-klaim sepihak dari pihak lain,” ujarnya.
MURI, lanjut Triyono, berharap kegiatan pelestarian budaya semacam ini dapat lebih diperbanyak di berbagai daerah. Selain menjaga identitas bangsa, kegiatan tersebut juga dinilai efektif dalam menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap budaya lokal mereka sendiri.
“Kami ingin kegiatan seperti ini terus berkembang agar generasi muda lebih peduli, bangga, dan mau melestarikan budaya mereka,” tutup Triyono.***
MURI Tari Zapin, Rekor Duni Indonesia, MURI, Warisan Budaya Tak Benda









