• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Wamentan Harvick: Panen Jagung oleh Koperasi RTBS Bentuk Ketahanan Pangan

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
21 Juni 2021
Panen jagung hibrida

Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hansul Qolbi bersama Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution, saat menghadiri panen raya jagung hibrida yang ditanam Koperasi Riau Tani Berkah Sejahtera (RTBS), Senin (21/6/2021), di Palas, Kelurahan Agrowisata, Rumbai Barat, Pekanbaru. (Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi dukung panen raya jagung hibrida dengan cara mekanisasi alat pertanian yang dilakukan oleh petani tergabung dalam Koperasi Riau Tani Sejahtera (RTBS), Senin 21 Juni 2021, di Palas, Kelurahan Agrowisata, Rumbai Barat, Pekanbaru. 

Diharapkan dari panen raya jagung hibrida di lahan seluas 10 hektare (Ha) tersebut, tercipta ketahanan pangan di Kota Pekanbaru, seperti selama ini diinginkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Dari panen jagung hibrida di atas lahan seluas 10 Ha tersebut, diperoleh hasil sebanyak 7 ton per Ha. 

“Presiden Joko Widodo menginginkan terciptanya ketahanan pangan di masyarakat. Sehingga kita tak bergantung pada impor lagi. Impor itu sudah seperti kebiasan (harus ditinggalkan) dan keberpihakan kepada petani,” ungkap Wamentan Harvick Hasnul Qolbi, saat panen raya jagung hibrida di Palas, Rumbai Barat. 

Saat panen raya tersebut, diperlihatkan mekanisasi panen jagung menggunakan mesin hervester, memisahkan batang jagung dengan bongkol jagung. 

Tak hanya itu, petani tergabung dalam Koperasi RTBS juga memperlihatkan kepada Wamentan Harvick, Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution, dan Wali Kota Pekanbaru Firdaus, bagaimana mesin dimiliki mampu memilah bongkol jagung menjadi pipil jagung. 

Bukan hanya itu, Koperasi RTBS juga memperlihatkan kepada Wamentan Harvick bagaimana mereka menggunakan mesin untuk menanam bibit jagung di lahan pertanian. 

“Tadi kita melihat bagaimana Riau terutama Pekanbaru melakukan modernisasi pertanian. Ini sesuai arahan Pak Presiden, petani berdasi, koperasi bentuk corporasi, tentu pendapatan meningkat. Persoalan utama pertanian di Riau bagaimana membangun trust sehingga petani nyaman, produksi akhirnya juga meningkat, dan tentu saja surplus,” jelas Wamentan Harvick. 

Sementara itu, Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Afrizal Nasution mengatakan, rata-rata produksi pertanian di Riau tahun 2020 mencapai 39.714 ton atau memiliki kapasitas 47 ton per Ha dengan luas tanam 14.800 Ha. 

“Ke depannya, para petani, koperasi, bisa menjalin kerjasama dengan BUMD maupun BUMDes di Riau,” jelasnya. 

Sedangkan Walikota Pekanbaru, Firdaus, menjelaskan, panen jagung hibrida dilakukan Koperasi RTBS merupakan bentuk ketahanan pangan di Pekanbaru. 

Dia menjelaskan, sesuai namanya, Kelurahan Agrowisata, maka kawasan ini akan menjadi wilayah agrowisata dan penanaman pertanian, seperti jagung dilakukan Koperasi RTBS. 

“Panen jagung ini bentuk ketahanan pangan yang dilakukan petani dan masyarakat. Tentu ada peran para penyuluh pertanian serta pemerintah mewujudkannya,” ungkap Firdaus. 

Ketua Riau Tani Berkah Sejahtera, Irvan Kasogi mengatakan, lahan pertanian yang dikelola petani tergabung dalam koperasi dipimpinnya telah menggunakan mekanisasi. Dia meminta dukungan semua pihak, sehingga apa menjadi instruksi Presiden Joko Widodo berupa ketahanan pangan, dapat terwujud di Provinsi Riau. 

Tak hanya ketahanan pangan, jelas Irvan, Koperasi RTBS juga melakukan mekanisasi pertanian mulai menanam jagung yang mampu dilakukan di atas lahan seluas 500 Ha. “Satu set alat mekanisasi ini bisa maksimal bekerja di lahan 100 Ha. Kita menargetkan 500 Ha,” jelasnya. (bpc2)

Tags: jagungpanen jagung
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Proteksi Petani Lokal, Presiden Prabowo Instruksikan Bulog Serap 1 Juta Ton Jagung
Berita Pilihan

Proteksi Petani Lokal, Presiden Prabowo Instruksikan Bulog Serap 1 Juta Ton Jagung

...

Read moreDetails
Produksi Jagung Nasional 2025 Melonjak hingga 16 Juta Ton Lebih

Produksi Jagung Nasional 2025 Melonjak hingga 16 Juta Ton Lebih, Daerah Ini Tetap Juaranya

jagung pipilan

Harga Jagung Pipilan Tinggi Berimbas pada Harga Ayam dan Telur

Coba Simpan Jangung dengan Cara Ini, Dijamin Kualitas Tetap Terjaga

Next Post
Kasus Kematian Covid-19

Soal Sekolah Tatap Muka, Satgas Covid-19: Organisasi Kesehatan Belum Merekomendasikan

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.