• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 7, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Puan Menangis BBM Naik, ‘Itu Air Mata Pencitraan’

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
3 April 2022
puan menangis, revisi RUU

Puan Maharani.

102
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Foto Ketua DPR RI Puan Maharani menangis saat harga BBM naik pada era Susilo Bambang Yudhoyono, menjadi sorotan.

Menurut pengamat komunikasi dan politik Jamiluddin Ritonga, situasi dulu dan sekarang membuat Puan Maharani menanggapi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan cara berbeda.

“Ketika Puan masih menjadi oposisi di era SBY, ditanggapi dengan tetesan air mata menolak BBM,” jelas Jamiluddin Ritonga seperti dikutip dari GenPI.co, Minggu, 3 April 2022.

Namun, sejak Puan Maharani menjadi pendukung pemerintah, tak ada lagi air mata yang jatuh saat pengumuman kenaikan BBM. “Bahkan, Puan dengan gampangnya mengaminkan kenaikan BBM,” tegas Jamiluddin Ritonga.

Oleh karena itu, dosen Universitas Esa Unggul menyebut perbedaan sikap Puan Maharani wajar mendapat kritik pedas dari masyarakat. Pasalnya, Jamiluddin Ritonga menilai air mata Puan Maharani saat itu bukan karena pedih melihat rakyat makin susah, tapi karena kenaikan BBM.

“Air mata Puan akhirnya dimaknai masyarakat hanya untuk kepentingan politik,” jelas Jamiluddin Ritonga.

Menurut Jamiluddin Ritonga, wajar masyarakat merasa kecewa atas perbedaan sikap Puan Maharani tersebut. “Puan dinilai bukan memperjuangkan masyarakat, tapi air matanya hanya pencitraan semata,” kata Jamiluddin Ritonga. (bpc2)

Tags: kanaikan harga bbmpdippencitraan politikpuan menangis
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Pemilu 2024
Nasional

Lewat Pidato Kenegaraan, Puan Pertanyakan Apakah Hasil Pemilu 2024 sudah Jurdil?

...

Read moreDetails
Jokowi

PDIP Sentil Jokowi, Makanya Jangan Terlalu Pede

puan menangis, revisi RUU

Puan Respon Kritik Megawati soal Revisi RUU di DPR yang Belum Disahkan

Sikap PDIP oposisi atau koalisi

PDIP Belum Putuskan Sikap Oposisi atau Koalisi dalam Pemerintahan Prabowo-Gibran, Apa yang Mengganjal, Bu Mega?

Respon PDIP soal Putusan MK: tak Buka Ruang untuk Keadilan

Inilah Kesibukan Ganjar Prabowo Setelah Kalah Pilpres

Pesan Menohok PDIP, Apakah untuk Prabowo dan Gibran?

Ini Alasan PDIP Minta Prabowo – Gibran tak Dilantik sebagai Capres – Cawapres

Next Post

Cara Bikin Kolak Ubi Praktis untuk Menu Buka Puasa

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.